Home / Kisah Nyata

Minggu, 21 Mei 2017 - 00:10 WIB

Tangan yang Dicium Rasulullah SAW Karena Mencari Nafkah Keluarga

Ilustrasi, tangan pekerja keras

Ilustrasi, tangan pekerja keras

Siapa yang tidak ingin mendapat anugerah ciuman dari Rasulullah SAW? Semua umat Islam ingin. Rasulullah SAW pernah melakukan hal itu kepada salah seorang sahabatnya.

Suatu Ketika, Rasulullah SAW pulang dari perak Tabuk. Kemudian Nabi SAW melihat tangan sahabatnya yaitu Sa’ad bin Muadz al-Anshari melepuh, kulitnya hitam dan gosong disebabkan terkena sengatan sinar matahari.

Kemudian Nabi pun bertanya pada Sa’ad bin Muadz Al-Anshari, “Ada apa dengan tanganmu, wahai sa’ad?”

“Wahai rasul, Tanganku menjadi seperti ini, karena aku mengolah tanah dengan menngunakan cangkul ini untuk menafkahi keluarga yang sudah menjadi kewajiban dan tanggunganku,” Jawab Sa’ad sambil menunjukkan cangkul yang dipegangnya.

Kemudian Nabi Muhammad Rasulullah SAW mendekatinya.

“Ini adalah tangan yang tidak akan pernah disentuh oleh api neraka,” ucap Rasulullah SAW seraya mengambil serta mencium tangan Sa’ad bin Muadz Al-Anshari.

Kita tidak mungkin seperti itu. Rasulullah SAW telah wafat, tapi pesan dari kisah ini tiada lain adalah bahwa Rasulullah suka dengan orang yang bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya.

Baca Juga  Rasul SAW Takkan Akui Umatnya yang Dukung Penguasa Zalim

Semoga kisah ini membawa manfaat buat kita semua. Amiin

Share :

Baca Juga

Kisah Nyata

Kisah Dukun Masuk Islam di Hadapan Nabi SAW

Kisah Nyata

Karena Harus Ibadah di Rumah, Akhirnya Ayah Harus Menjadi Imam Shalat Tarawih

Kisah Nyata

Masya Allah! Mimpi Bertemu Nabi Muhammad saw, Kakek Ini Putuskan Jadi Mualaf

Kisah Nyata

Ustaz Mutumba Syok Berat Ternyata Istrinya Seorang Pria. Kok Bisa?

Kisah Nyata

Istri Petarung MMA Mualaf Dipecat dari Tempat Kerja karena Pakai Jilbab
kisah unik haji

Kisah Nyata

Tak Pernah Berangkat Haji, Orang Ini Kaget Melihat Foto-foto Dirinya di Tanah Suci

Kisah Nyata

Naja Hudia Afifurohman, Hafizh Cilik yang Membuat Syekh Ali Jaber Kagum Sampai Cium Kakinya
Kapten San Jin-Gu yakni salah satu komandan Brigade-11 SF, pasukan perdamaian PBB dari Korea Selatan yang ditugaskan di Irak. Ini bencana usang memang. Kapten San dan pasukannya bertugas di wilayah Irbil, Irak Utara. Saat bertugas di wilayah tersebut, ia sering mengamati orang-orang muslim sholat berjamaah di masjid, kebetulan markas pasukannya berada bersahabat masjid. Ia sangat tertegun dengan gerakan-gerakan sholat. Karena dihinggapi rasa penasaran, ia mencoba menirukan seluruh gerakan shalat dan dipraktikkan di kamarnya sendirian. Pada dikala mempraktekan itulah ia mencicipi ada ketenangan, dan perasaan tenang dalam hatinya. Itulah sebabnya, gerakan-gerakan sholat tersebut lalu ia jadikan jadwal meditasi di pasukan yang ia pimpin (di samping Yoga). Dan ternyata sebagian besar prajurit sesudah mempraktikkan gerakan-gerakan sholat tersebut mencicipi hal yang sama, mereka juga merasa lebih tenang dan damai. Sejak itu Kapten San berinisiatif mempelajari Islam untuk mengenalnya lebih dalam lagi, dan jadinya ia memutuskan untuk memeluk Islam. Ketika niatnya ingin memeluk Islam disampaikan kepada prajurit-prajuritnya, ia berkata: “Aku telah menemukan cahaya kehidupan yang sesungguhnya, saya ingin berada dalam cahaya itu, dan cahaya itu yakni Islam”. Tanpa ia duga, secara impulsif 37 prajurit yang ia pimpin mengangkat tangan mereka, sebagai tanda ikut bersama komandannya untuk juga memeluk Islam.

Kisah Nyata

Kapten Dan 37 Prajurit Korea Ini Memeluk Islam? Alasannya Mengejutkan Semua Orang !