Home / Inspiratif

Kamis, 16 Mei 2019 - 19:22 WIB

Masya Allah, Begini Cerita Pemuda Penghafal Alquran yang Hidup dengan Satu Paru-Paru

Keterbatasan fisik tidak membuat Nader Mahmoud Kouja (21) berhenti menghafal Alquran. Meski hidup dengan satu paru-paru, pria asal Lebanon ini mampu menyelesaikan hafalan Alquran pada usia 17 tahun.

Saat ini, Kouja mewakili Lebanon dalam edisi ke-23 Dubai International Holy Qur’an Award (Dihqa) yang sedang berlangsung pada tanggal 2-14 Ramadhan 1440H. Ia telah membuktikan bahwa jika seseorang tidak gentar oleh musuh kehidupan, tidak ada yang bisa menghentikan untuk mengalahkan rintangan.

“Saya tahu ini adalah tantangan besar untuk menyelesaikan misi suci ini. Tidak hanya satu paru-paru tetapi sata juga memiliki masalah pernapasan. Merasa terhormat karena dapat menghafal kalam Allah SWT,” kata Kouja, seperti dilansir dari publikasi Khaleej Times, Jumat, (17/05/2019).

Meskipun ini adalah kompetisi Alquran internasional pertama bagi Kouja, penampilan dan bacaannya yang indah memikat juri dan hadirin di Dubai Chamber. “Saya telah berpartisipasi dalam tiga kompetisi Alquran tingkat lokal dan mendapatkan posisi yang bagus di semua kompetisi itu,” katanya.

Dubai International Holy Qur’an Award menjadi acara yang hebat untuk menghafal Alquran penuh dari seluruh dunia.

Baca Juga  Bintang Liverpool, Sadio Mane, Muslim yang Bangun Masjid dan Rumah Sakit di Negaranya

“Merupakan hak istimewa dan impian untuk berkompetisi dalam kontes bergengsi seperti itu. Bertemu dengan begitu banyak penghafal Alquran penuh di sepanjang tahun ini,” ungkapnya.

‘Nader’ sesuai dengan namanya yang berarti ‘langka’ dalam bahasa Arab. Pemuda Muslim Lebanon itu dianugerahi bakat luar biasa dan mempunyai sikap rendah hati.

Menurutnya, dengan menghafal Alquran, seseorang merasa lebih aman, lebih santai, dan terinspirasi. Roh, hati, dan pikiran mereka yang mengafal Alquran menjadi lebih ilahi dan lebih dekat dengan Pencipta yang agung.

“Itu membuat seseorang bahagia dan puas dalam kehidupan maupun setelahnya. Alquran telah secara signifikan mempertajam ingatan saya, meningkatkan kinerja akademis saya, dan membuat saya dihormati orang,” tuturnya.

Kouja sendiri mulai mempelajari dan menghafal Alquran pada usia 14 di sebuah masjid di mana kelas-kelas kecil diadakan setiap hari. Dia selesai menghafalnya tiga tahun kemudian ketika berusia 17 tahun, meski menghadapi penyakit. Sekarang, dia hafal Alquran sepenuhnya dan membacanya dengan kesempurnaan luar biasa terlepas dari apa yang dia derita.

Baca Juga  Ayana Moon Senang Puasa Tahun Ini Karena Tak Sendiri Lagi

“Guru-guru Alquran saya sangat membantu. Orang tua saya juga sangat mendukung saya dalam misi ini. Mereka selalu mendorong saya untuk mengejar hasrat saya yang juga membuat mereka bahagia,” katanya.

Saat ini, Kouja sedang mempelajari Syariah di kota kelahirannya, Tripoli. Dia ingin melanjutkan kelulusannya di bidang yang sama dan “menjadi sarjana yang kompeten di masa depan”.

“Saya benar-benar percaya dan mengadopsi apa yang dikatakan Nabi Muhammad (SAW): ‘Yang terbaik dari Anda adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya kepada orang lain,” tutupnya. (jms/khaleejtimes)

Share :

Baca Juga

Biker Cantik Asal Kanada

Inspiratif

Hidayah Datang kepada Siapa Saja. Seperti Biker Cantik Asal Kanada yang Memutuskan Jadi Mualaf

Inspiratif

Foto Habib Bahar Bin Smith Bareng Napi di Lapas Tuai Pujian
Muslimah Penyanyi Religi Bersuara Merdu 7

Inspiratif

6 Muslimah Penyanyi Religi Bersuara Merdu dan Menyejukkan Hati. Siapa Idolamu?
Setahun Wafatnya Ustad Arifin Ilham

Inspiratif

Setahun Wafatnya Ustad Arifin Ilham, Larissa Chou Rindu Berat

Inspiratif

Piter, Mantan Preman Masuk Islam: Bersyukur Jadi Muslim

Inspiratif

Beda dengan Jokowi, Anies Baswedan Lebih Utamakan Membuka Masjid Ketimbang Mall

Inspiratif

Setelah Nyumbang Rp 14 Miliar Lawan Corona, Mualaf Steven Mau Jual Satu Rumah Lagi

Inspiratif

Keluar Masuk Islam, Mualaf Eduard: Hidupku untuk Islam