Home / Muslimah

Selasa, 14 April 2020 - 00:32 WIB

Salah Satu Hikmah Pandemi: Jilbab Corona Laku Keras

Jilbab corona belakangan marak ditawarkan oleh pedagang daring. Dijuluki demikian karena jilbabnya populer pada masa semua orang diwajibkan memakai masker kain untuk mencegah penyebaran dan penularan virus corona tipe baru di Indonesia.

Hijaber pun berbondong-bondong membeli jilbab corona. Padahal, sebenarnya yang dimaksud jilbab corona tak lain ialah jilbab nikab instan.

“Permintaan meningkat untuk jilbab model ini bahkan pembeli baru pun juga banyak, selain dari yang sudah menjadi langganan,” ujar produsen jilbab nikab instan, Rifki Rabbi Radliya, saat dihubungi Republika.co.id.

Menurut Rifki, jilbab nikab instan ini sejatinya sudah ada sejak lama. Namun, sejak wabah penyakit akibat infeksi virus corona, Covid-19, dinyatakan masuk ke Indonesia dan masyarakat diwajibkan memakai masker, jilbab ini mengalami sedikit modifikasi.

“Jadi, ada tambahan atau cadar yang sudah dijahit sepaket dengan jilbab. Cadar yang sebelumnya dijual terpisah kini jadi satu dengan jilbabnya,” ungkap Rifki.

Menurut Rifki, jilbab instan semakin banyak diproduksi semenjak meluasnya penyebaran Covid-19. Cadar pada jilbab corona menjadi alternatif pengganti masker bedah yang sekarang susah dicari dan menjadi “masker” bagi hijaber.

Baca Juga  10 Potret Gaya Muslimah, Imel Putri Cahyati, Artis FTV Kolosal

Secara umum, Rifki mendapati penjualan jilbab sepanjang wabah corona ini sangat menurun jauh. Biasanya, menjelang puasa seperti ini pasar sedang ramai-ramainya. Namun, akibat dari wabah corona ini, hanya jilbab corona yang laku di pasaran.

“Sebelumnya kami belum pernah produksi kerudung seperti itu. Jadi, kalau lagi gini ya alhamdulilah saja bisa memghabiskan stok kain yang harusnya bisa habis tiap pekan,” ujar Rifki.

Jilbab nikab instan produksi pabrik Rifki hanya dibuat di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Biasanya, produknya dikirim ke pusat toko yang hanya ada di Thamrin City (Jakarta) dan Pasar Tegal Gubug, Cirebon, Jawa Barat.

Wabah ini juga sangat berpengaruh bagi pengusaha jilbab lainnya di Cicalengka dalam jumlah penjualannya. Mereka juga mengalami hal yang sama, hanya terbantu dari jilbab corona.

Jilbab nikab instan yang sudah diproduksi mencapai sekitar 20-30 kodi karena keterbatasan pekerja dan pengerjaannya lumayan rumit. Sistem pengirimannya juga untuk sementara ini dipaketkan lewat ekspedisi sesuai permintaan pelanggan.

Sementara itu, salah seorang penjual jilbab nikab instan, Fenti Sumanti, mengungkapkan, penjualan jilbab model ini memang meningkat. “Saya selama ini jual di Pasar Tanah Abang, Pasar Tasik Cideng, dan juga lewat online,” kata dia. (rep)

Baca Juga  Saat Berhijab Aura Cantik Prilly Latuconsina Kian Terpancar

Liha video tutorialnya di sini

Share :

Baca Juga

Aura Cantik Prilly Latuconsina

Muslimah

Saat Berhijab Aura Cantik Prilly Latuconsina Kian Terpancar

Muslimah

Ema Maree Edwards, Satu-satunya Hijaber di Miss World Australia 2020

Muslimah

10 Potret Gaya Muslimah, Imel Putri Cahyati, Artis FTV Kolosal

Muslimah

Berhijab dan Mantap Hijrah, Five Vi Minta Hapus Foto Lawas Dirinya

Muslimah

Kocak! Netizen +62 Heboh Ngajak Taaruf Lihat Pose Ayana Moon Saat Umrah

Muslimah

Inspirasi Busana Muslimah Unik, Hijab Bernuansa India

Muslimah

Potret Cantik Selebriti Saat Bercadar Bisa Jadi Inspirasi Masker Saat Pandemi Corona

Muslimah

Lihat Aura Kecantikan Donita Saat Berhijab