Home / Tausiyah

Jumat, 24 April 2020 - 19:24 WIB

Quraish Shihab: Saat Wabah Corona, Tarawih di Masjid Hukumnya Haram atau Minimal Makruh

Jakarta – Cendikiawan muslim Quraish Shihab menegaskan sholat tarawih di masjid khusus tahun ini hukumnya mendekati haram atau minimal makruh. Sebab, ibadah ini sangat berpotensi menyebabkan umat Muslim terinfeksi virus corona (Covid-19).

Quraish menyebutkan sholat tarawih di masjid selama Ramadhan 1441 Hijriyah bisa menjadi masalah. Ia menjelaskan, pandemi virus corona membuat ahli mengkhawatirkan jamaah yang menjalin kontak saat sholat tarawih di masjid bisa terjangkit virus ini.

Padahal, memelihara dan menjaga kesehatan merupakan kewajiban individu. Apalagi, Rasulullah SAW hanya melaksanakan shalat tarawih tiga malam dan ibadah 27 malam lainnya di rumah.

“Jadi Rasulullah saja banyak ibadah di rumah, jangan sholat tarawih ke masjid. Ulama sepakat sholat tarawih bisa mendekati haram atau makruh karena bisa mendatangkan mudharat orang bisa terjangkit,” katanya saat konferensi virtual akun Youtube saluran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jumat (24/4).

Quraish melanjutkan, dua ibadah yang dilakukan selama Ramadhan, yaitu puasa dan zakat fitrah tidak memiliki kaitan dengan masyarakat atau kondisi sekarang.

Baca Juga  Begini Syarat Pemakzulan Seorang Pemimpin dalam Islam

Sedangkan terkait buka puasa, tidak memiliki relevansi harus dilakukan di masjid. Ia menyebutkan siapa yang memberi buka puasa mendapatkan pahala sama seperti orang yang berpuasa. Artinya, ia menyebutkan umat Islam bisa berbuka puasa di rumah. Kemudian, mengirimkan lauk berbuka puasa bisa diantarkan.

Quraish kembali mengingatkan potensi bahaya tertular Covid-19 jika nekat beribadah di masjid. “Maka diambil substansinya, iktikaf kan untuk renungan (muhasabah) di masjid supaya tidak terganggu dan itu bisa dilakukan di rumah. Jadi tidak ada alasan bersikeras ke masjid,” ujarnya.

Pun halnya ibadah lainnya, yaitu tadarus Alquran. Ia menyebutkan pada hakikatnya ibadah ini merupakan interaksi antara dua orang membaca Alquran dan mempelajarinya. Ia menambahkan, mereka yang membaca al-Quran bisa mengulangi bacaan ayat suci itu sampai mengetahui makna ayatnya. Karena itu ia menegaskan hal ini bisa dilakukan di rumah dan mendiskusikannya dengan anggota keluarga.

“Jadi jangan pernah menduga ibadah ritual, banyak ibadah. Selama itu dilakukan sesuai nilai-nilainya maka bisa dilakukan di rumah,” ujarnya.

Baca Juga  Doa agar Diberi Kemampuan Menghafal al-Quran

Bahkan, ia menyebutkan kegiatan positif lain yang juga ibadah dan bisa dilaksanakan di rumah yaitu menyedekahkan barang hingga pakaian di lemari yang sudah tidak terpakai. Ia menyebutkan ada lebih dari 60 cabang dalam iman. Ia menyebutkan iman yang paling tinggi adalah mengakui keesaan Allah SWT, paling rendah menyingkirkan duri dan kotoran.

“Itu bisa dilaksanakan dimana saja, kapan saja. Kita bisa menggabung yang dianjurkan dan dilarang tanpa mengurangi makna ibadah sedikit pun,” katanya. (AB)

 

Share :

Baca Juga

Tausiyah

Ada Bencana 15 Ramadhan? Ini Kata Buya Yahya
Hadapi Krisis Ekonomi di Tengah Pandemi COVID-19

Tausiyah

Tips Aa Gym Hadapi Krisis Ekonomi di Tengah Pandemi COVID-19
Panduan Sholat Idul Fitri di Rumah Aja

Tausiyah

Karena Corona, Begini Panduan Sholat Idul Fitri di Rumah Aja dari Ustadz Abdul Somad

Tausiyah

Ini Empat Nabi yang Masih Hidup Sampai Sekarang

Tausiyah

Pahami Arti Insya Allah, Agar Tidak Tergolong Orang Munafik
Puasa Terlama dan Tersingkat di Dunia

Tausiyah

Ini Hal yang Sering Kita Alami, Membatalkan Puasa atau Tidak?
Doa Rasulullah agar Diberkahi

Tausiyah

Ayo Amalkan Doa Rasulullah Ini agar Diberkahi di Bulan Ramadhan

Tausiyah

Ini Sebab Shalat Wanita Tidak Diterima