Home / Nasional

Sabtu, 25 April 2020 - 17:23 WIB

Masya Allah, Masjid Sunda Kelapa Islamkan 19 Ribu Orang

randika/ Red: Ani Nursalikah  64
1 
Masjid Sunda Kelapa Islamkan 19 Ribu Orang. Seorang jamaah membaca Alquran seusai shalat di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta.
Masjid Sunda Kelapa Islamkan 19 Ribu Orang. Seorang jamaah membaca Alquran seusai shalat di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta.

randika/ Red: Ani Nursalikah 64 1 Masjid Sunda Kelapa Islamkan 19 Ribu Orang. Seorang jamaah membaca Alquran seusai shalat di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta. Masjid Sunda Kelapa Islamkan 19 Ribu Orang. Seorang jamaah membaca Alquran seusai shalat di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta.

Jakarta – Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta mempunyai program sertifikasi bagi mualaf sejak 1983. Hingga tahun ini, diperkirakan ada sekitar 19 ribu mualaf yang mengucapkan dua kalimat syahadat di masjid tersebut.

Sekretaris Dewan Pengurus Masjid Sunda Kelapa, Ismed Hasan Putranto menjelaskan mulanya Masjid Sunda Kelapa hanya mengislamkan orang yang ingin masuk Islam saja. Mereka datang dan dibimbing membaca kalimat syahadat. Tapi sejak 2003, masjid mulai fokus pada pembinaan mualaf.

“Sebanyak 19 ribu lebih mualaf tercatat sejak Sunda Kelapa berdiri. Kita tiap hari ada pembinaan dengan ustadz yang siaga membantu pendalaman Islam,” kata Ismed pada Republika.co.id, Rabu (22/4).

Bagi yang memproklamirkan diri sebagai Muslim di Masjid Sunda Kelapa akan mendapat sertifikat. Nantinya, sertifikat ini digunakan mengubah kolom agama di KTP.

“Sertifikat masuk Islam ada juga kami keluarkan buat yang mualaf disini,” ujar Ismed.

Dari Senin hingga Jumat, Masjid Sunda Kelapa membuka pembinaan mulai pukul 08.00 hingga pukul 17.00 WIB. Ada beberapa materi yang diberikan kepada mualaf, seperti aqidah, syariat, ibadah, rukun iman, rukun Islam, dan larangan dalam Islam.

Baca Juga  Tiga Kepala Kantor Kemenag di Aceh Ketahuan Mudik, Apa Sanksinya?

“Tidak kami lepas, mereka kami bina terus secara kontinu. Biasanya mualaf tiap seminggu sekali juga ada pertemuan diantara mereka sendiri bikin pengajian, mereka ada komunitasnya,” ujar Ismed.

Masjid Sunda Kelapa menyadari mualaf kerap bermasalah dalam tempat tinggal setelah diusir keluarga. Pengurus masjid tetap berupaya membantu mualaf menemukan tempat bernaung sementara.

Ismed berharap makin banyak jamaah yang membuka pintu bagi mualaf. Sebab sesama Muslim ialah bersaudara, termasuk mualaf.

“Boleh tinggal beberapa hari di masjid, tapi kalau lama tidak bisa. Kami bantu carikan keluarga yang siap tampung dari jamaah lain,” ucap Ismed. (rep)

Share :

Baca Juga

Nasional

MUI Nilai PSBB Tak Akan Berhasil Jika Pemerintah Mendua

Nasional

DPR: Jangan Ada Pembubaran Shalat Idulfitri, Bisa Menimbulkan Persoalan Baru

Nasional

Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo; Ayo ke Masjid, Galakkan Shalat Berjamaah. Virus Corona adalah Ciptaan Allah

Nasional

Fraksi PPP DPR RI: Setelah Mal Dibuka, Harusnya Masjid Kembali Dibuka

Nasional

Matahari di Atas Kabah 27-28 Mei, BMKG Arahkan Ubah Arah Kiblat

Nasional

Tarawih di Masa Abu Bakar, Anak-anak Dijadikan Imam

Nasional

Pemkot Tegal Perbolehkan Salat Id di Masjid dan Alun-alun
MUI Jatim

Nasional

MUI Jatim Minta Kepala Daerah Aktifkan Masjid dan Musala