Home / Global

Minggu, 26 April 2020 - 19:54 WIB

Setahun Setelah Penembakan, Masjid di Selandia Baru Ramai Lagi

Christchurch – Setahun silam, terjadi aksi teror penembakan maut di 2 masjid Selandia Baru. Kini, setahun kemudian kedua masjid itu ramai lagi oleh jamaah.

Belum lupa dari ingatan kita, tragedi penembakan yang terjadi di 2 masjid yang berada di kota Christchurch, Selandia Baru pada 15 Maret 2019 silam. Saat itu, jamaah sedang menunaikan ibadah salat Jumat.

Di saat yang bersamaan, Brenton Tarrant sang pelaku penembakan, memberondong tembakan ke arah jamaah Masjid Al Noor, kemudian dilanjutkan ke Linwood Islamic Center. Tragedi itu menewaskan 51 orang dan melukai 49 lainnya.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern pun menyebut tragedi penembakan tersebut sebagai salah satu hari paling gelap di sepanjang sejarah Selandia Baru. Padahal di tahun itu, Selandia Baru meraih peringkat kedua sebagai negara teraman di dunia menurut Global Peace Index.

Setahun berselang, Masjid Al Noor dan Linwood Islamic Center ramai lagi dikunjungi oleh para jamaah. Kedua masjid itu sendiri dibuka untuk umum pada tanggal 23 Maret 2019, sepekan setelah tragedi terjadi.

Baca Juga  Ustaz Abdul Somad: Jaga Masjid Jangan Sampai Jadi Kambing Hitam Penyebaran Corona

Masjid Al Noor bahkan memiliki lebih banyak pengunjung daripada sebelumnya. Sekretaris Asosiasi Muslim Canterbury, Mohammed Feroz mengatakan masjid Al Noor sudah menjadi sebuah destinasi wisata religi.

Kaum wanita New Zealand ramai-ramai mengenakan kerudung sebagai aksi solidaritas dan pernyataan sikap damai untuk umat muslim.Kaum wanita New Zealand ramai-ramai mengenakan kerudung sebagai aksi solidaritas dan pernyataan sikap damai untuk umat muslim. Foto: Reuters

Saat ibadah salat Jumat, tak hanya orang-orang dari komunitas Muslim setempat yang mengikutinya, tetapi juga para turis Muslim dari seluruh dunia yang berkunjung ke masjid itu.

Contohnya sepasang turis Muslim dari Port Hedland, Australia Barat yang mengaku tak berhenti menangis saat membayangkan peristiwa berdarah itu sempat terjadi di masjid tersebut.

“Kami sangat sedih oleh peristiwa yang terjadi di sini pada 15 Maret lalu dan merasakan solidaritas yang sangat kuat dengan orang-orang di sini,” kata David Botha, seperti dikutip dari Newshub.

Buku pengunjung yang terletak di bagian pintu masuk pun memuat nama ratusan orang yang telah berkunjung ke masjid Al Noor. Ada yang jauh-jauh datang dari Thailand dan berbagai negara lainnya.

Baca Juga  Pakistan Kutuk India yang Bangun Kuil di Atas Masjid Babri

Menteri Pariwisata Selandia Baru, Kelvin Davis mengatakan jumlah pengunjung yang meningkat menandakan reputasi Selandia Baru sebagai negara aman berangsur pulih kembali.

“Secara umum, meskipun tragedi itu sangat dahsyat, saya pikir negara ini dipandang sebagai tujuan yang aman dan orang-orang menyadari bahwa negara ini adalah destinasi yang tepat untuk dikunjungi,” kata Davis. (viva)

Share :

Baca Juga

Global

Tragedi George Floyd, Non Muslim Kagumi Ajaran Nabi Muhammad tentang Rasisme

Global

Masjid Ar-Rahman, Satu-satunya Masjid yang Terdapat di Korea Utara
Pengungsi Suriah

Global

Miris! Pengungsi Suriah, Buka Puasa di Atas Reruntuhan Rumah

Global

Masjid Al Aqsa Dibuka, Warga Ramai-ramai Serukan ‘Allahu Akbar’
Gerebek Rumah Imam Besar Masjid Al-Aqsa

Global

Imam Masjid al-Aqsa Ditangkap Intelijen Yahudi dengan Tudingan Menghasut

Global

Arab Saudi Longgarkan Lockdown Kecuali di Makkah. Kenapa?

Global

Arab Saudi Kirim 10 Juta SMS Imbauan Sholat Berjamaah di Masjid

Global

Kesedihan Muslim Dunia Sambut Ramadhan dalam Bayang Pandemi Corona