Home / Global

Selasa, 28 April 2020 - 17:49 WIB

Sembuh dari Corona, Puluhan Anggota Jamaah Tabligh India Kompak Sumbang Plasma Darah

India – Puluhan anggota Jamaah Tabligh, secara sukarena menyumbangkan darah mereka untuk terapi plasma pasien corona atau Covid-19. Hal itu dilakukan setelah mereka dinyatakan sembuh dari virus corona.

Jamaah Tabligh beberapa waktu lalu sempat menjadi sorotan dan memicu kegeraman di India karena mengabaikan imbauan polisi serta pemerintah untuk tidak menggelar kegiatan yang mengumpulkan massa.

Beberapa pekan lalu, Jamaah Tabligh menggelar acara akbar doa bersama, mengabaikan peringatan otoritas setempat yang telah memberlakukan lockdown atau penguncian nasional.

Selang beberapa waktu kemudian, tercatat ada lebih dari 1.000 kasus infeksi virus corona baru yang terkait dengan kegiatan tersebut. Insiden itu menyebabkan kemarahan besar banyak warga di India dan bahkan memantik kembali Islamofobia dari seluruh negeri.

BBC pada Selasa (28/4) memuat, ada banyak laporan tentang pelecehan terhadap Muslim dari banyak wilayah di India pasca insiden tersebut. Kondisi tersebut diperparah dengan pemberitaan media lokal yang menyebut bahwa anggota Jamaah Tabligh adalah virus dan pembawa virus.

Pemberitaan semacam itu semakin situasi semakin rumit. Bahkan di sosial media sempat ramai tagar “Coronjihad”, yang merujuk pada tuduhan bahwa banyak anggota organisasi itu sengaja membuat diri mereka terinfeksi virus corona untuk bisa menyebarkan ke banyak orang lainnya.

Baca Juga  Arab Saudi Laporkan 1.704 Kasus COVID-19 Baru, Kota Mekah Masih Terbanyak

Seiring berjalannya waktu, banyak anggota Jamaah Tabligh yang kemudian sembuh dari virus corona. Untuk menghapus stereotipe buruk soal mereka, puluhan anggota organisasi tersebut yang telah dinyatakan sembuh dari virus corona, secara sukarela kompak mendonorkan darah mereka untuk membantu terapi plasma bagi pasien virus corona lainnya yang sedang berjuang hidup.

Donor plasma darah semacam ini merupakan hal lazim dilakukan di banyak negara beberapa waktu belakangan. Pasalnya, ketika seseorang terinfeksi oleh virus corona, sistem kekebalan tubuh mereka merespons dengan menciptakan antibodi yang menyerang virus.

Lama-kelamaan, antibodi ini menumpuk dan dapat ditemukan dalam plasma, yang merupakan bagian cair dari darah. Karena itulah, saat ini banyak negara mengembangkan lebih lanjut terapi plasma darah dari pasien virus corona yang sembuh untuk membantu pasien virus corona lainnya yang masih berjuang melawan virus.

Di sejumlah negara, termasuk India, terapi semacam ini masih dalam tahap uji coba sebelum disetujui untuk penggunaan yang lebih luas.

Salah seorang anggota Jamaah Tabligh yang menyumbangkan darahnya untuk terapi plasma pasien corona, Farooq Basa, dari negara bagian selatan Tamil Nadu mengatakan bahwa dia merasa terpojok dengan pemberitaan media yang mencitrakan buruk pada mereka.

Baca Juga  Diusir dari Surga, Adam Diturunkan ke India, Hawa ke Jeddah

“Media telah menjelek-jelekkan kami setelah beberapa dari kami dites positif mengidap virus. Tetapi dengan rahmat Allah ini akan membantu meningkatkan citra kami,” katanya kepada

Hal senada juga diungkapkan oleh anggota lainnya, Anas Sayed, yang juga mendonorkan darahnya.

“Kami mengalami beberapa minggu yang sulit ketika semua orang mengejar kami dan meminta kami bertanggung jawab atas penyebaran virus. Kami memutuskan untuk menjadi sukarelawan,” jelasnya. (Rmol)

Share :

Baca Juga

Global

Marwa el-Sherbini, Muslimah Korban Islamophobia Karena Berhijab

Global

Virus Corona Melanda Kamp Pengungsi Muslim Rohingya

Global

Qadafi, Dibenci Barat tapi Ini Jasa Besarnya untuk Islam

Global

Arab Saudi Ancam Deportasi Pemilik Toko Jika Biarkan Ada Kerumunan Pembeli

Global

Masjid Al-Aqsa Dibuka Kembali Usai Idulfitri
Adzan untuk Kali Pertama

Global

Milton, Kanada Akhirnya Bisa Kumandangkan Adzan untuk Kali Pertama
Gerebek Rumah Imam Besar Masjid Al-Aqsa

Global

Imam Masjid al-Aqsa Ditangkap Intelijen Yahudi dengan Tudingan Menghasut

Global

Beberapa Hari Kedepan Saudi Buka Kembali Umroh di Masjidil Haram dan Nabawi