Home / Peristiwa

Rabu, 29 April 2020 - 21:54 WIB

Masya Allah! Momen Bersejarah, Adzan Berkumandang 5 Waktu untuk Pertama Kalinya di Amerika

Tidak seperti di Indonesia, panggilan sholat atau adzan dengan pengeras suara di negara-negara yang penduduknya mayoritas non muslim adalah sesuatu yang tak lumrah. Lantaran itu ketika adzan berkumandang ke seluruh penjuru kota, hal ini menjadi momen bersejarah.

Contohnya yang baru saja terjadi di kota Minnesota, Amerika Serikat. Seperti dikutip Aljazeera, Minggu (26/4/2020) pada Kamis 23 April 2020 dari pengeras suara di atas masjid Minnesota, malam waktu setempat telah berkumandang adzan untuk pertama kalinya di seluruh lingkungan Minneapolis, menyambut umat Muslim setempat bersiap untuk memulai bulan suci Ramadhan.

Kumandang adzan kemudian kembali menggema pada Jumat pagi, dan akan berlanjut selama lima kali sehari sebagai tanda seruan sholat lima waktu selama bulan Ramadhan ini.

Diungkapkan oleh para anggota komunitas setempat, kumandang adzan tersebut menandai momen bersejarah bagi kota Minneapolis dan kota-kota besar di seluruh Amerika Serikat. Mengingat bagi banyak umat Muslim di Amerika, adzan hanya terdengar di dalam masjid atau pusat-pusat komunitas.

Baca Juga  Diusir dari Surga, Adam Diturunkan ke India, Hawa ke Jeddah

Momen berkumandang dan menggemanya adzan ke seluruh penjuru kota ini, disebutkan oleh Imam masjid Dar al-Hijrah (masjid yang mengumandangkan adzan), Abdisalam Adam, bagi sebagian orang menjadi suatu peristiwa bersejarah.

“Pasti ada banyak kegembiraan. Beberapa orang melihatnya sebagai momen yang bersejarah, mereka dapat melihatnya dalam hidup mereka,” ujar Imam Abdisalam Adam.

Disebutkan lebih lanjut, menurut keterangan dari Jaylani Hussein, direktur eksekutif Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) Minnesota, seruan adzan dikumandangkan oleh perwakilan yang berbeda dari masjid-masjid di sekitar kota. Kumandang adzan ini diharapkan bisa mencapai ribuan umat Muslim yang ada di lingkungan wilayah Cedar-Riverside di Minneapolis.

Dengan berkumandangnya adzan di sekitar kota, Jaylani menambahkan semoga adzan ini bisa sekaligus menjadi penenang bagi umat Muslim setempat, khususnya para jamaah yang terbiasa beribadah ke masjid di tengah pandemi corona COVID-19.

“Kami ingin menyentuh orang-orang yang sering mengunjungi masjid dan komunitas ini. Jika kita tidak dapat bersama secara fisik, setidaknya melalui gema suara adzan ini dapat menjadi pemersatu kita untuk bersama-sama di masa sulit ini, ” kata Hussein.

Baca Juga  Penyanyi Amerika, Jennifer Grout Jadi Mualaf. Simak Videonya Saat Membaca al-Quran

Sementara Imam Abdisalam Adam mengatakan di tengah rasa kehilangan momen bulan Ramadan karena pandemi COVID-19 yang menjadikan penutupan masjid dan tidak adanya sholat berjamaah, ia berharap kumandang adzan ini bisa setidaknya memberikan esensi kemiripan, situasi normal pada umat Muslim setempat.

“Dengan tidak adanya sholat berjamaah lima waktu dan sholat Jumat berjamaah, kami berharap ini akan memberi rasa penghiburan dan koneksi dengan kebutuhan spiritual anggota masyarakat,” pungkas Imam Abdisalam Adam. (ful)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Diusir dari Surga, Adam Diturunkan ke India, Hawa ke Jeddah

Peristiwa

Ternyata, di Sinilah Tempat Nabi Ibrahim AS Dahulu Dibakar Raja Namrud

Peristiwa

Sepanjang Sejarah Islam, Ini 5 Wabah Paling Besar dan Ganas

Peristiwa

Video Ribuan Orang Sambut Pembebasan Habib Bahar bin Smith

Peristiwa

Hina Nabi Muhammad SAW di Medsos, Akhirnya Pria Ini Ditangkap Polisi

Peristiwa

Bikin Emosi Umat Islam, Begini Cerita Awal Pemuda Injak Alquran di Tasikmalaya

Peristiwa

Lucu! Curhat Para Ayah Jadi Imam Shalat Tarawih, Bacaan Surat Ambyar hingga Disindir Istri

Peristiwa

Mitos-Mitos Membatalkan Puasa Ini Sempat Dipercayai Semasa Kecil