Home / Tausiyah

Minggu, 3 Mei 2020 - 07:14 WIB

Ini Hal yang Sering Kita Alami, Membatalkan Puasa atau Tidak?

Sebagaimana ibadah pada umumnya ada ketentuan hukum yang berlaku, seperti syarat sah, rukun dan pembatalnya.

Nah pada artikel ini penulis akan mengupas secara ringkas hal yang membatalkan puasa, tidak membatalkan puasa, atau dengan syarat, menurut madzhab Syafi’iy.

Hal tersebut kerap kita hadapi dan ada di sekitar kita. Ya karena seiring perkembangan zaman, mulai dari teknologi digital, kesehatan dll yang bersinggungan dengan kehidupan manusia saat ini yang tidak ada di masa lalu. Maka perlu penjelasan berdasarkan fiqh waqi’iyah sesuai kondisi saat ini.

Berikut ini ringkasan hal yang membatalkan puasa, tidak membatalkan puasa, atau dengan syarat dalam madzhab Syafi’i:

Hal yang membatalkan puasa

  1. Menggunakan inhaler
  2. Menghisap rokok
  3. Menghisap shisa
  4. Penggunaan obat pelancar BAB yang dimasukkan melalui anu$ (microlax)
  5. Penggunaan enema
  6. Setiap ‘ain’ yang masuk kedalam alat kel4min dan dvbur
  7. Penggunaan Gastroskopi
  8. Kateterisasi Urin

Hal yang tidak membatalkan Puasa

  1. Mencicipi makanan
  2. Mencium wewangian
  3. Donor darah
  4. Tes darah
  5. Berbekam
  6. Menggunakan obat salep
  7. Menggunakan transdermal patch
Baca Juga  Almarhum Mbah Moen Pernah Ungkap Keistimewaan Hari Selasa

Membatalkan puasa tapi dengan syarat dan ketentuan

  1. Penggunaan obat tetes telinga: membatalkan puasa
  2. Penggunaan obat tetes mata: tidak membatalkan puasa
  3. Suntikan: ada perbedaan pendapat, yang lebih kuat adalah tidak membatalkan puasa.
  4. Anestesi: membatalkan puasa jika seluruh tubuhnya mati rasa dan tidak sadar seharian.
  5. Mengunyah permen karet: membatalkan puasa jika ada bagian dari permen karet yang tertelan. (1)
  6. Obat tablet yang ditaruh dibawah lidah (semisal Isosorbide Dinitrate): membatalkan puasa karena lama-kelamaan obat tersebut akan larut dan tertelan bersama ludah.
  7. Mengunyah daun Qot (kebiasaan orang Yaman): membatalkan puasa jika daunnya ada yang tertelan.
  8. Berenang: membatalkan puasa jika air masuk kedalam ‘jauf’nya
  9. Menyikat gigi menggunakan odol: membatalkan puasa jika ada yang tertelan bersama ludah
  10. Sisa-sisa makanan/lainnya yang menyangkut di gigi: membatalkan puasa jika dia menelannya dengan sengaja

Itulah penjelasan ringkas hal yang membatalkan puasa, tidak membatalkan puasa, atau dengan syarat menurut madzhab Syafi’i yang bersumber dari Syarhu Nazhmil Mufthirotil al Muashiroh karya Syaikh Dr. Labib Najib, sedangkan Nazhm-nya karya Syaikh Dr. Ali al Qudaimi

Baca Juga  Doa Buka Puasa Sesuai Hadis Nabi Ada Dua Versi. Berikut Doanya

Share :

Baca Juga

Tausiyah

Begini Syarat Pemakzulan Seorang Pemimpin dalam Islam

Tausiyah

Ada Bencana 15 Ramadhan? Ini Kata Buya Yahya
Hadapi Krisis Ekonomi di Tengah Pandemi COVID-19

Tausiyah

Tips Aa Gym Hadapi Krisis Ekonomi di Tengah Pandemi COVID-19
Menyebut Nama Seseorang dalam Doa

Tausiyah

Bolehkah Menyebut Nama Seseorang dalam Doa Agar Berjodoh?
Doa Jadi Orang Kaya

Tausiyah

Ingin Jadi Orang Kaya Sebenarnya? Ini Doa yang Diajarkan Nabi

Tausiyah

Begini Awal Mula Perbedaan Shalat Tarawih 11 Rakaat dan 23 Rakaat

Tausiyah

Ternyata, Dukhan Ditakuti Dajjal. Ini Penjelasannya!
Penjelasan Hadis Nabi SAW tentang Asteroid Tabrak Bumi

Tausiyah

Penjelasan Hadis Nabi SAW tentang Huru Hara yang Dikaitkan Asteroid Tabrak Bumi pada 15 Ramadhan