Home / Tausiyah

Selasa, 5 Mei 2020 - 22:23 WIB

Karena Corona, Begini Panduan Sholat Idul Fitri di Rumah Aja dari Ustadz Abdul Somad

Pemerintah telah mengimbau seluruh umat Islam beribadah di rumah saja selama pandemi corona, untuk memutus rantai penyebaran COVID-19. Jika sampai Idul Fitri situasi belum membaik, kemungkinan besar anjuran sholat Idul Fitri di rumah saja juga akan digaungkan.

Asing memang bagi umat Islam sholat Idul Fitri di rumah saja, tetapi ini demi kebaikan semua. Meski begitu, Ustadz Abdul Somad (UAS) mengharapkan umat Islam tetap beribadah walau di rumah saja.

Dalam video yang tersebar di WhatsApp, Ustadz Abdul Somad coba menjelaskan panduan sholat Idul Fitri di rumah saja. Menurutnya, Solat Idul Fitri boleh dilakukan seorang diri. “Boleh sholat Idul Fitri atau Idul Adha satu orang,” katanya.

Ia menjelaskan, kondisi ini mungkin dialami mereka yang tinggal sendirian di kosan dan tidak bisa mudik, hamba sahaya yang tidak diperbolehkan majikannya keluar rumah, atau perempuan yang tak bisa keluar rumah karena takut tidak ada mahram-nya.

Sementara itu, jika Anda ingin sholat berjamaah dengan keluarga, Ustadz Abdul Somad coba menuturkan beberapa hal yang mesti diperhatikan. Hal utama adalah harus memiliki makmum minimal tiga orang.

Baca Juga  DPR: Jangan Ada Pembubaran Shalat Idulfitri, Bisa Menimbulkan Persoalan Baru

“Sesungguhnya sholat Idul Fitri atau Idul Adha sah dilaksanakan empat orang. Imamnya satu, 3 orang makmumnya. Kenapa empat orang? Karena empat itu batas minimal lebih dari batas jumlah minimal jamak, yaitu tiga,” tutur Ustadz yang kerap disapa UAS tersebut.

Dalam sholat Idul Fitri dan Idul Adha, akan ada khotib menyampaikan khotbah. Jika hal ini dirasa sulit, UAS menjelaskan kalau sebetulnya itu tidak sesulit yang dibayangkan. Landasannya jelas, rukun khutbah dalam Islam. “Khotbah sholat Jumat itu sama dengan khutbah sholat Idul Fitri maupun Idul Adha,” terang UAS.

Berikut 5 rukun khotbah:

  1. Berdiri, takbir, mengucapkan alhamdulillah di kedua khutbah
  2. Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad di kedua khutbah
  3. Berwasiat dengan ketakwaan di kedua khutbah
  4. Membaca ayat suci Alquran di salah satu khutbah
  5. Berdoa untuk kaum mukmin di khutbah terakhir.

Jika sulit melafalkannya dengan Bahasa Arab pada berwasiat dan berdoa, Ustadz Abdul Somad menegaskan bahwa boleh menggunakan Bahasa Indonesia. “Jadi tidak ada alasan tidak beribadah pada Allah SWT,” terangnya. (dwk)

Baca Juga  Bolehkah Menyebut Nama Seseorang dalam Doa Agar Berjodoh?

Share :

Baca Juga

Menyebut Nama Seseorang dalam Doa

Tausiyah

Bolehkah Menyebut Nama Seseorang dalam Doa Agar Berjodoh?
Waktu Paling Mustajab Berdoa

Tausiyah

Inilah 12 Waktu Paling Mustajab Berdoa Pasti Dikabulkan!
Doa Jadi Orang Kaya

Tausiyah

Ingin Jadi Orang Kaya Sebenarnya? Ini Doa yang Diajarkan Nabi

Tausiyah

Isu Kiamat 15 Ramadhan? Ini Penjelasannya
Senjata Menolak Wabah

Tausiyah

Sedekah Bisa Menjadi Senjata Menolak Wabah Termasuk Virus Corona, Ini Dalilnya!
Hadapi Krisis Ekonomi di Tengah Pandemi COVID-19

Tausiyah

Tips Aa Gym Hadapi Krisis Ekonomi di Tengah Pandemi COVID-19

Tausiyah

Wanita Lain Terlihat Cantik di Matamu, Istrimu Juga Terlihat Cantik Dimata Lelaki Lain
Berhubungan Intim Sewaktu Puasa

Tausiyah

Berhubungan Intim Sewaktu Puasa karena Lupa, Apa Hukumnya?