Home / IPTEK

Selasa, 5 Mei 2020 - 19:57 WIB

Ternyata, Ketua Tim Vaksin Covid-19 AS Seorang Ilmuwan Muslim

Pemerintah Amerika Serikat (AS) berambisi bisa memproduksi 300 juta dosis vaksin yang akan dibagikan kepada seluruh warga AS pada akhir tahun ini. Untuk misi ini seorang ilmuwan Muslim ditunjuk sebagai kepala tim vaksin untuk menangkal persebaran Covid-19 di Negeri Paman Sam.

Moncef Mohamed Slaoui, ilmuwan tersebut, akan memimpin tim yang juga disebut Operation Warp Speed itu dengan penunjukan langsung Presiden AS Donald Trump. Presiden Trump sengaja memilih Slaoui untuk proyek bersejarah ini karena melihat sepak terjangnya selama ini. Slaoui diketahui telah membantu AS dan dunia dalam menemukan 14 vaksin baru.

Trump juga memuji Slaoui sebagai orang paling berharga di dunia dalam produksi dan formulasi vaksin. “Dia (Slaoui) menemukan banyak vaksin baru dalam sepuluh tahun terakhir ketika dia bekerja di sektor swasta,” papar Trump, dilansir laman CNN.

Slaoui adalah ilmuwan yang lahir pada 1959 di Agadir, Maroko. Slaoui sebelumnya memimpin departemen vaksin GlaxoSmithKline di AS dan bekerja untuk perusahaan tersebut selama 30 tahun. Dia menjadi seorang imunolof karena termotivasi adik perempuannya yang meninggal karena batuk rejan, penyakit menular yang disebabkan karena bakteri.

Baca Juga  dr Heri Munajib : Puasa Dapat Menekan Wabah Covid 19 dan Perkuat Imunitas Tubuh

Setelah lulus dari Sekolah Menengah Mohammed V di Cassablanca, Slaoui belajar ilmu biologi di Belgia. Dia juga melanjutkan pendidikan pascasarjana di Harvard Medical School dan Universitas Tufts. Hingga kini Slaoui sudah memublikasikan lebih dari 100 karya ilmiah dan menjadi anggota Dewan Direksi International AIDS Vaccine Initiative.

Penunjukan ilmuwan muslim ternama dunia itu bertujuan untuk mempercepat produksi vaksin virus korona. Vaksin diyakini sebagai satu di antara cara untuk mengatasi pandemi korona. Secara global, jumlah kasus Covid-19 di AS tercatat paling besar, yakni mencapai 1,5 juta orang dengan kematian mencapai 90.000-an orang.

Operation Warp Speed beroperasi independen dari gugus tugas virus korona Gedung Putih. Inisiatif tersebut didukung penuh penasihat Gedung Putih Jared Kushner dan melibatkan banyak pejabat dari Departemen Kesehatan.

Slaoui mengaku baru-baru ini telah melihat data awal uji klinis vaksin korona. “Data itu membuat saya percaya diri bahwa kita akan memproduksi ratusan juta dosis vaksin pada akhir 2020,” tegas Slaoui saat jumpa pers beberapa waktu lalu di Gedung Putih.

Baca Juga  Tak banyak Diliput Media, FPI Ikut Bantu Pemerintah Perang Melawan Covid-19

Dari Maroko, kabar penunjukan Slaoui sebagai orang penting dalam program pencarian vaksin virus korona disambut meriah. Meskipun Slaoui bukan lagi warga negara Maroko, tetapi itu sebagai bukti kesuksesan pendidikan Maroko yang mampu menciptakan orang hebat dalam peradaban manusia. “Slaoui lahir, dibesarkan, dan dididik di Maroko hingga dia meraih gelar diploma,” kata Samir Bennis, pendiri Morocco World News. (em)

Share :

Baca Juga

Muslim Berisiko Lebih Rendah Kena COVID-19

IPTEK

Studi dari Universitas Newcastle Sebut Umat Muslim Berisiko Lebih Rendah Kena COVID-19

IPTEK

7 Manfaat Air Zamzam,Tingkatkan Metabolisme hingga Cegah Kanker
Astronot Muslim Pertama

IPTEK

Pangeran Sultan, Astronot Muslim Pertama yang Tetap Berpuasa dan Khatamkan al-Quran di Luar Angkasa

IPTEK

Terkait Corona, KH Achmad Satori Ismail Sarankan Umat Islam Konsumsi Madu dan Kurma

IPTEK

Prediksi Sejumlah Sarjana Barat, Peradaban Islam akan Tumbang

IPTEK

Penemu 4G, 5G dan 6G dari ITB, Ternyata Mendapat Inspirasi dari al-Quran dan Hadis
pengobatan mata menggunakan ayat al-Quran

IPTEK

Masya Allah! Dokter Ini Ungkap Ayat al-Quran yang Dapat Kembalikan Penglihatan 99%
dr Heri Munajib

IPTEK

dr Heri Munajib : Puasa Dapat Menekan Wabah Covid 19 dan Perkuat Imunitas Tubuh