Home / Global

Jumat, 8 Mei 2020 - 14:37 WIB

Alhamdulillah, Makin Hari Semakin Banyak Warga Amerika Belajar Islam

Sebuah studi dari Pusat Penelitian Pew mengungkapkan, Islam merupakan agama dengan pertumbuhan paling cepat di dunia. Tidak hanya di negara mayoritas Muslim, tetapi juga di benua Eropa bahkan di Amerika Serikat.

Dilansir dari laman VOA Indonesia pada Jumat (8/5/2020), berbagai kampus di Amerika Serikat, menawarkan kelas-kelas studi Islam. Semakin banyak mahasiswa yang berminat mengambilnya.

Salah satu universitas yang menerapkan studi islam adalah Northern Virginia Community College (NOVA), salah satu kampus di pinggiran Washington DC ini memasukkan studi Islami dalam setidaknya 3 mata kuliah tentang agama.

Penawaran kelas Islam di universitas tersebut sudah dilakukan sejak 2002. Tepatnya setelah peristiwa 11 September.

Dosen Studi Islam, NOVA Community College Daoud Nassimi mengatakan, saat mendengar tentang islam, warna non muslim, terutama yang terpengaruh media yang mengekspos islam dari sisi negatif, ada yang jadi penasaran dan ingin tahu lebih jauh tentang islam.

“Mengapa agama ini mengundang reaksi negatif, terkait dengan begitu banyak perang, terorisme dan kekerasan? Rasa ingin tahu itu yang membuat mereka mengambil kelas,” ujar Nassimi.

Baca Juga  Virus Corona Melanda Kamp Pengungsi Muslim Rohingya

Ia juga mengakui adanya peningkatan jumlah mahasiswa non muslim di kelas ini. Inilah alasan mahasiswa mengambil kelas studi Islam.

Salah satu mahasiswa yang mengikuti kelas islam Hae Rin Kim beralasan, ia ingin mengetahui lebih dalam tentang Islam. Bahwa islam tidak seperti apa yang disiarkan oleh kebanyakan media.

“Agar saya lebih tahu tentang Islam, tidak hanya yang disiarkan media, terutama yang cenderung menyudutkan Islam. Saya juga jadi punya teman-teman baru Muslim, yang membantu saya memahami konsep dan tradisinya dengan lebih baik,” ungkap Hae Rin.

Sementara mahasiswa lainnya, Liam Bellucci mengaku telah memiliki banyak teman Muslim sejak SMA. Ia juga mempunyai tujuan yang sama, yakni ingin menggali lebih lanjut pemahamannya tentang islam.

“Sebelum SMA, saya sama sekali tidak tahu tentang Islam. Tapi di SMA saya mulai punya banyak teman Muslim. Saya ingin menggali lebih lanjut pemahaman saya,” beber Liam.

Sebagai bagian silabus, mahasiswa berkunjung ke masjid setempat untuk melihat bagaimana Muslim melaksanakan ibadah. Sebelum memimpin sholat, imam Naim Baiq menekankan pentingnya belajar tentang agama lain.

Baca Juga  Ditandai Sholat Subuh Berjamaah, Masjid Nabawi Kembali Dibuka

“Pesan yang harus sampai ke semua orang adalah masjid ini untuk semua. Orang dari agama lain juga akan kami terima,” ujar Naim.

Seperti mayoritas kampus di seluruh Amerika Serikat, NOVA juga menutup pintu selama pandemi COVID-19. Hal ini dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut. (dwk)

Share :

Baca Juga

Adzan Berkumandang di Australia

Global

Adzan Berkumandang di Australia, Warga Kaget Sampai Pengendara Mobil Berhenti

Global

Subhanallah! Muslimah Ini Donasikan Tabungan Hajinya untuk Lawan Covid-19

Global

Masjid di Arab Saudi Kembali Dibuka, Jamaah Berkaca-kaca

Global

Poto: al-Aqsa Ditutup, Umat Muslim Shalat di Bukit Zaitun
Sterilisasi Jemaah

Global

Pengurus Masjidil Haram Pasang Gerbang Sterilisasi Jemaah

Global

Batal Haji, Uang Jamaah Haji India Dikembalikan 100 Persen

Global

Tragedi George Floyd, Non Muslim Kagumi Ajaran Nabi Muhammad tentang Rasisme

Global

Ulama Jamaah Tabligh Wafat Karena Corona Usai Kembali dari India