Home / Tausiyah

Jumat, 8 Mei 2020 - 14:20 WIB

Ingin Jadi Orang Kaya Sebenarnya? Ini Doa yang Diajarkan Nabi

Allah Ta’ala adalah Al-Ghani, Zat Yang Maha Kaya yang semua makhluk bergantung kepada-Nya. Dia mengingatkan manusia di dalam Al-Qur’an: “Hai manusia, kamulah yang sangat butuh kepada Allah. Dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji”. (QS. Fathir: 15)

Sejatinya manusia adalah makhluk yang fakir, lemah dan punya banyak keterbatasan. Manusia menjadi kuat dan kaya itu adalah berkat rahmat dan kasih sayang Allah. Lalu siapa sebenarnya orang kaya dalam pandangan syariat?

Menurut Al-Habib Quraish Baharun (pengasuh Ponpes Ash-Shidqu Kuningan), orang kaya yang sebenarnya adalah mereka yang memiliki sifat Qana’ah. Sebuah sifat yang rela menerima atau merasa cukup dengan apa yang didapat dan menjauhkan diri dari sifat tidak puas dan merasa kekurangan. Orang yang memiliki sifat Qanaah sadar bahwa untuk mencapai suatu keinginan, harus dilakukan dengan doa, usaha dan tawakkal.

“Jika kamu merasa cukup maka kamu adalah orang kaya, sedangkan jika kamu merasa perlu kepada sesuatu maka kamu adalah orang miskin”. (Al-Habib Umar bin Hafizh)

Baca Juga  Tak Hanya untuk Kebersihan, Wudhu Membuat Awet Muda. Berikut Penjelasannya!

Doa yang Diajarkan Nabi

Orang yang memiliki sifat Qanaah adalah golongan yang terpuji. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang terpelihara dari segala keburukan mengajarkan doa memohon sifat qana’ah (selalu merasa cukup). Dalam doanya, beliau mengucapkan:

اللَّهُمَّ إنِّي أسْألُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى

Allahumma inni Asalukal-Huda, wattuqo, wal-‘Afaafa wal-Ghina

“Ya Allah, aku meminta kepada-Mu petunjuk (dalam ilmu dan amal), ketakwaan, sifat ‘afaf (menjaga diri dari hal yang haram), dan sifat ghina’ (hati yang selalu merasa cukup atau qana’ah)”. (HR. Muslim dari ‘Abdullah RA).

“Afaf artinya menjaga iffah, menjaga diri dari hal-hal yang tidak baik, termasuk juga menjauhkan diri dari syubhat (hal yang masih samar).

Imam An-Nawawi rahimahullah menyatakan, “Afaf adalah menahan diri dari yang haram, juga menjauhkan dari hal-hal yang menjatuhkan kehormatan diri. Ulama lain mengungkapkan ‘iffah (sama dengan ‘afaf) adalah menahan diri dari yang tidak halal.” (rhs)

Share :

Baca Juga

Panduan Sholat Idul Fitri di Rumah Aja

Tausiyah

Karena Corona, Begini Panduan Sholat Idul Fitri di Rumah Aja dari Ustadz Abdul Somad

Tausiyah

Diajak Suami Maksiat, Siapa yang Berdosa? Ini Penjelasannya!

Tausiyah

Cara dan Doa Para Wanita Saleh untuk Bayinya

Tausiyah

Quraish Shihab: Saat Wabah Corona, Tarawih di Masjid Hukumnya Haram atau Minimal Makruh
UAS

Tausiyah

Keistimewaan Aisyah Istri Nabi SAW Menurut Ustaz Abdul Somad

Tausiyah

Pahami Arti Insya Allah, Agar Tidak Tergolong Orang Munafik

Tausiyah

Isu Kiamat 15 Ramadhan? Ini Penjelasannya

Tausiyah

Ada Bencana 15 Ramadhan? Ini Kata Buya Yahya