Home / Sosok

Senin, 11 Mei 2020 - 07:15 WIB

Mengenal Sosok Al-Qalasadi, Ahli Matematika Pencetus Simbol Aljabar

Ilustrasi Al-Qalasadi

Ilustrasi Al-Qalasadi

Jasa Al-Qalasadi dalam mengembangkan matematika sungguh sangat tak ternilai. Betapa tidak. Tanpa dedikasi sang matematikus Muslim di abad ke-15 itu, dunia boleh jadi tak mengenal simbol-simbol ilmu hitung. Sejarah mencatat, al-Qalasadi merupakan salah seorang matematikus Muslim yang berjasa memperkenalkan simbol-simbol Aljabar.

“Simbol-simbol Aljabar pertama kali dikembangkan peradaban Islam oleh matematikus dari Andalusia, Ibnu al-Banna pada abad ke-14 dan al-Qalasadi pada abad ke-15,” ujar J Samso-Moya.

Al-Qalasadi memperkenalkan simbol-simbol matematika dengan mengunakan karakter dari alfabet Arab.

Ia menggunakan wa yang berarti “dan” untuk penambahan (+). Untuk pengurangan (-), al-Qalasadi menggunakan illa berarti “kurang”.

Sedangkan untuk perkalian (x), ia menggunakan fi yang berarti “kali”. Simbol ala yang berarti ”bagi” digunakan untuk pembagian (/).

Al-Qalasadi juga menggunakan simbol j untuk melambangkan “akar”. Simbol sh digunakan untuk melambangkan sebuah variable (x). Lalu, ia menggunakan simbol m) untuk melambangkan “kuadrat” (X2). Huruf k digunakan sebagai simbol ”pangkat tiga” (x3). Sedangkan, melambangkan persamaan (=).

Tanpa jasa Al-Qalasadi, boleh jadi masyarakat modern tak akan mengenal simbol Aljabar yang sangat penting itu. Lalu, sebenarnya siapakah al-Qalasadi itu?

Matematikus Muslim terkemuka itu bernama lengkap Abu al-Hasan ibnu Ali al-Qalasadi. Ia terlahir pada 1412 di Bastah (sekarang, Baza), Andalusia, yang kini dikenal sebagai Spanyol.

Baca Juga  Mengenal Sosok Ummu Umarah, Muslimah Penyelamat Rasulullah di Perang Uhud

Menurut JJ O’Connor dan EF Robertson, Andalusia berasal dari bahasa Arab, al-Andalus. Nama itu digunakan umat Islam untuk menyebut seluruh wilayah Spanyol dan Portugal yang pernah dikuasai umat Muslim dari abad ke-8 M hingga abad ke-11.

Wilayah tempat berdirinya Kekhalifahan Umayyah Spanyol itu, kemudian direbut kembali orang Kristen.

Andalusia, kata O’Connor, hanya digunakan untuk menyebut kawasan yang tersisa di bawah kekuasaan Islam. Penaklukan Kristen terhadap wilayah Andalusia membutuhkan empat abad.

Andalusia merupakan wilayah yang makmur pada abad ke-13 M. Di wilayah itu, terdapat Alhambra, istana yang indah dan benteng dari penguasa Granada.

Al-Qalasadi adalah seorang intelektual Muslim yang dibesarkan di Bastah. Masa kanak-kanaknya dilalui dengan sangat sulit. Pada masa itu, Kerajaan Kristen sering menyerang kota Bastah. Meski hidup dalam situasi keamanan yang tak stabil, ia tak pernah melalaikan tugasnya untuk belajar dan menimba ilmu.

Ilmu hukum dan Alquran merupakan pelajaran pertama yang diperolehnya di tanah kelahiran. Setelah menginjak remaja, al-Qalasadi hijrah ke selatan, menjauhi zona perang menuju Granada. Di kota itu, ia melanjutkan studinya mempelajari ilmu filsafat, ilmu pengetahuan dan hukum Islam. Al-Qalasadi sering melakukan perjalanan ke negara-negara Islam. Secara khusus, dia menghabiskan banyak waktunya di Afrika Utara.

Baca Juga  Dosen Katolik Ini Akui Kebenaran Nabi Muhammad saw soal Mencegah Corona

Dia hidup di negara-negara Islam yang memberikan dukungan kuat terhadap Andalusia baik secara politik maupun dengan bantuan militer dalam melakukan perlawanan terhadap serangan Kristen.

Dia menghabiskan waktu di Tlemcen (sekarang di barat laut Aljazair, dekat perbatasan Maroko). Di tempat itu, ia belajar di bawah bimbingan guru-gurunya untuk mempelajari aritmatika dan aplikasinya. Setelah itu, dia hijrah ke Mesir untuk berguru pada beberapa ulama terkemuka.

Al-Qalasadi juga sempat menunaikan ibadah haji ke Makkah dan kembali ke lagi Granada. Ketika kembali ke Granada, keadaan wilayah tersebut semakin memburuk. Bagian yang tersisa dari wilayah Muslim terus diserang orang-orang Kristen Aragon dan Castile. Suasana itu tak menyurutkan tekadnya untuk tetap mengajarkan ilmu yang dikuasainya.

Dalam situasi genting pun, Al-Qalasadi tetap mengajar dan menulis sderet karya yang sangat penting. Serangan tentara Kristen yang terus-menerus membuat kehidupannya di Granada, semakin sulit. Wilayah kekuasaan Muslim di Granada habis pada 1492.

Al-Qalasadi menulis beberapa buku mengenai aritmatika dan sebuah buku mengenai aljabar. Beberapa di antaranya berisi komentar-komentar terhadap karya Ibnu al-Banna yang bertajuk Talkhis Amal al-Hisab (Ringkasan dari Operasi Aritmatika). Ibnu al-merupakan matematikus Muslim yang hidup satu abad lebih awal dari al-Qalasadi.

Baca Juga  Ujian Terberat Cristian Gonzales Jadi Mualaf Saat Pandemi Virus Corona

Risalah utama al-Qalasadi adalah al-Tabsira fi’lm al-Hisab (Klarifikasi Ilmu Berhitung). Sayangnya, buku itu sulit dipelajari orang kebanyakan. Untuk mempelajarinya dibutukan ketajaman pikiran. Buku itu sangat dipengaruhi pemikiran Ibnu al-Banna. Meskipun al-Qalasadi sudah berusaha menyederhanakan tingkat kerumitan karya al-Banna.

Buku aritmatika karya Al-Qalasadi yang lebih sederhana, terbukti begitu populer dalam pengajaran aritmatika di Afrika Utara. Karya-karyanya itu digunakan selama lebih dari 100 tahun. Jejak intelektual al-Qalasadi rupanya cukup dikenal dan diketahui para sejarawan.

Salah seorang penulis yang bernama J Samso Moya, mengatakan, para penulis menganalisis karya para ahli matematika dari Maghrib (Afrika Utara) seolah-olah mereka sepenuhnya tidak terpengaruh dari pendahulu mereka di Timur Islam.

Hal itu, kata Moya, mendorong mereka untuk menekankan pentingnya mengunakan simbol aljabar yang digunakan Al-Qalasadi (1412-1486), tanpa memperhatikan usaha-usaha serupa sebelumnya baik di Timur maufut di Barat Islam.

Para penulis di abad ke-19 percaya bahwa simbol-simbol aljabar pertama kali dikembangkan dalam Islam oleh ahli matematika Spanyol-Arab Ibn al-Banna dan Al-Qalasadi. (rep)

Share :

Baca Juga

Sosok

Dian Sastro Rajin Ngaji Online, Takut Kesaksian al-Quran di Akhirat Bila Tak Pernah Dibaca

Sosok

Mengenal Baraa Masoud, Hafidz Al-Quran Bersuara Merdu Asal Palestina
Aktris Cantik Ini Resmi Jadi Mualaf

Sosok

Hidayah di Bulan Ramadhan, Aktris Cantik Ini Resmi Jadi Mualaf
Menjamu Jamaah Masjid Nabawi

Sosok

30 Tahun Menjamu Jamaah Masjid Nabawi dengan Teh, Lelaki Ini Dikagumi Banyak Ulama

Sosok

Dengan Izin Allah! Peraih Oscar, Mahershala Ali Jadi Mualaf Setelah Dengar Suara Azan

Sosok

Mengenal Sosok Ummu Umarah, Muslimah Penyelamat Rasulullah di Perang Uhud

Sosok

Dicibir Sebagian Orang, Anies: Ya Allah, Saya Ini Siapa Sih? Cuma Orang Biasa
Mualaf Jepang yang menjadi Lebih Tenang

Sosok

Jasmine, Mualaf Jepang yang menjadi Lebih Tenang Setelah Memeluk Islam