Home / Kisah Nyata

Jumat, 15 Mei 2020 - 07:13 WIB

Kisah Dukun Masuk Islam di Hadapan Nabi SAW

Ilustrasi

Ilustrasi

Dakwah pada fase Makkah begitu berat. Sebab, Nabi Muhammad SAW kala itu belum memiliki kekuasaan atas kota. Sebaliknya, para pemuka Quraisy yang memegang kendali pemerintahan amat membenci Rasulullah SAW. Selain itu, jumlah pengikut beliau masih sangat sedikit bila dibandingkan musyrikin yang menolak Islam. Kebanyakan Muslimin saat itu berasal dari golongan lemah, baik secara ekonomi maupun politik.

Rasulullah SAW pun kerap menjadi sasaran kekerasan dan fitnah. Tujuan pemimpin musyrikin itu jelas: ingin membunuh karakter beliau. Oleh karena itu, macam-macam intimidasi dialamatkan kepadanya. Saat sedang shalat, kepala beliau dilumuri kotoran. Jalannya dirintangi. Rumahnya pun dilempari batu. Tak cukup dengan itu, lisan orang-orang kafir juga menuding Nabi SAW sebagai orang gila.

Seperti dikisahkan dalam Sirah Nabawiyah, suatu hari Dhimad al-Azdi memasuki Kota Makkah. Saat berada di pasar, ia tertarik pada pembicaraan orang-orang mengenai sosok Muhammad. Menurut mereka, lelaki itu sudah sakit jiwa karena meracaukan mantra-mantra aneh bernama Alquran. Dengan rapalan itu, lanjut mereka, banyak orang yang meninggalkan agama nenek moyang Makkah. Orang-orang itu lebib memilih menjadi Muslimin –sebutan bagi pengikut Muhammad. “Bila orang gila itu dibiarkan, bisa-bisa tak ada lagi yang menyembah berhala di kota ini!” seru salah seorang dari kerumunan itu.

Baca Juga  Istri Petarung MMA Mualaf Dipecat dari Tempat Kerja karena Pakai Jilbab

Al-Azdi kian penasaran. Siapa pula Muhammad, orang yang dicap gila dan menyebar keresahan bagi seantero Makkah itu? Ia pun bertanya kepada seseorang. Akhirnya, diketahuinya di mana Muhammad tinggal dan bagaimana perawakannya. “Aku seorang dukun yang bisa membuat orang gila menjadi sadar. Aku akan menyembuhkannya,” kata al-Azdi.

Ia pun berangkat ke alamat yang dimaksud. Setelah mencari-cari, al-Azdi pun menemukan Rasulullah SAW sedang berdoa di depan Ka’bah. Ia membiarkan lelaki itu dengan ibadahnya. Sekilas, ia merasa tak ada yang aneh dengan penampilan Muhammad. Seperti kebanyakan warga Makkah pada umumnya.

Al-Azdi pun menyapa Rasulullah SAW yang sudah selesai dengan shalatnya. Ia memperkenalkan diri sebagai dukun yang ahli. Ia mengaku dapat memberikan pengobatan dengan cara menghembuskan angin yang dibacai mantra-mantra.

Orang Yaman itu langsung menawarkan jasanya kepada Rasulullah SAW. Ia merasa perlu persetujuan dari Muhammad sebelum melakukan aksinya. Sebab, metode yang ia jalankan mesti dengan kerelaan orang yang bersangkutan. Rasulullah SAW tidak mengiyakan. Akan tetapi, beliau mengajak al-Azdi untuk mengikutinya dan duduk di dekat Ka’bah.

Baca Juga  Saat Pemerintahan Umar bin Abdul Aziz, Gaji Pegawai Lebih Besar dari Dirinya

Saat berhadapan itu, Nabi SAW mengatakan kepada si dukun, “Sesungguhnya pujian itu bagi Allah. Kami memuji dan memohon pertolongan kepada-Nya. Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, tak seorang pun bisa menyesatkannya. Dan siapa yang disesatkan Allah, tak seorang pun bisa memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah semata. Tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.”

Mendengar itu, al-Azdi terkesima. Dukun itu takjub bukan kepalang dengan perkataan Rasulullah SAW barusan. Ia tidak menduga, lelaki yang disebut-sebut sebagai orang gila ternyata menyampaikan perkataan yang menakjubkan. “Bagaimana mungkin ia kehilangan akal?” gumam al-Azdi dalam hati.

Tiga kali dukun itu mencoba merapalkan mantranya, tiga kali pula Rasulullah SAW menyampaikan perkataan yang sama. Akhirnya, al-Azdi diam dan bertanya langsung. “Apakah pesan yang Anda sampaikan?”

Rasulullah SAW pun menjelaskan tentang Alquran, wahyu dari Allah SWT kepada seluruh umat manusia. Diterangkannya pula perihal iman dan Islam, serta keutamaan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir. Nabi SAW juga menasihati dukun tersebut tentang kesesatan penyembah berhala. Begitu pula, setan-setan yang membuat kesesatan itu seperti kebenaran, padahal tidak akan pernah demikian. Kebenaran datang dari Allah Ta’ala, Zat Yang Maha Esa.

Baca Juga  Usai Pandemi, Pembangunan Museum Nabi Muhammad SAW di Jakarta Dapat Perhatian Khusus

Setelah menerima nasihat Rasulullah SAW, al-Azdi mengurungkan niatnya semula untuk mengobati Rasulullah. Ia kini langsung menyatakan diri masuk Islam. Setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, al-Azdi menuturkan pengakuannya. “Saya sudah menghafal seluruh kata dalam kamus, dalam berbagai kitab. Namun, tak satu pun yang lebih menakjubkan dibanding dengan Alquran, ya Rasulullah!” kata dia.

“Sungguh merugi orang-orang yang memfitnahmu. Mereka mengecapmu sebagai orang gila, tukang tenung, atau penyair. Padahal, engkau semata-mata menyampaikan kebenaran. Yang engkau sampaikan adalah perkataan dari Tuhan Yang Maha Esa!” lanjut al-Azdi.

Demikianlah, bekas dukun itu akhirnya menjadi salah seorang Muslimin pada era dakwah di Makkah. Ia termasuk yang mula-mula menerima Islam dalam sejarah hidup Rasulullah SAW. (rep)

Share :

Baca Juga

Kisah Nyata

Aliza Kim, Mantan Model yang Mualaf: Saat Mengucapkan Syahadat Seperti Kesemutan

Kisah Nyata

Saat Pemerintahan Umar bin Abdul Aziz, Gaji Pegawai Lebih Besar dari Dirinya
Kapten San Jin-Gu yakni salah satu komandan Brigade-11 SF, pasukan perdamaian PBB dari Korea Selatan yang ditugaskan di Irak. Ini bencana usang memang. Kapten San dan pasukannya bertugas di wilayah Irbil, Irak Utara. Saat bertugas di wilayah tersebut, ia sering mengamati orang-orang muslim sholat berjamaah di masjid, kebetulan markas pasukannya berada bersahabat masjid. Ia sangat tertegun dengan gerakan-gerakan sholat. Karena dihinggapi rasa penasaran, ia mencoba menirukan seluruh gerakan shalat dan dipraktikkan di kamarnya sendirian. Pada dikala mempraktekan itulah ia mencicipi ada ketenangan, dan perasaan tenang dalam hatinya. Itulah sebabnya, gerakan-gerakan sholat tersebut lalu ia jadikan jadwal meditasi di pasukan yang ia pimpin (di samping Yoga). Dan ternyata sebagian besar prajurit sesudah mempraktikkan gerakan-gerakan sholat tersebut mencicipi hal yang sama, mereka juga merasa lebih tenang dan damai. Sejak itu Kapten San berinisiatif mempelajari Islam untuk mengenalnya lebih dalam lagi, dan jadinya ia memutuskan untuk memeluk Islam. Ketika niatnya ingin memeluk Islam disampaikan kepada prajurit-prajuritnya, ia berkata: “Aku telah menemukan cahaya kehidupan yang sesungguhnya, saya ingin berada dalam cahaya itu, dan cahaya itu yakni Islam”. Tanpa ia duga, secara impulsif 37 prajurit yang ia pimpin mengangkat tangan mereka, sebagai tanda ikut bersama komandannya untuk juga memeluk Islam.

Kisah Nyata

Kapten Dan 37 Prajurit Korea Ini Memeluk Islam? Alasannya Mengejutkan Semua Orang !

Kisah Nyata

Muhammad Cheng, Memeluk Islam Setelah Melihat Sosok Putih Angkat Masjid saat Tsunami Aceh

Kisah Nyata

Kisah Sepasang Kakak-Beradik di Oman Menjadi Mualaf

Kisah Nyata

Kerap Mimpi Keranda dan Dengar Adzan Selama Sepekan, Dokter Tirta Masuk Islam

Kisah Nyata

Ustaz Mutumba Syok Berat Ternyata Istrinya Seorang Pria. Kok Bisa?
kisah unik haji

Kisah Nyata

Tak Pernah Berangkat Haji, Orang Ini Kaget Melihat Foto-foto Dirinya di Tanah Suci