Home / Global

Sabtu, 16 Mei 2020 - 04:24 WIB

Virus Corona Melanda Kamp Pengungsi Muslim Rohingya

Dua pengungsi etnis minoritas Rohingya dinyatakan positif mengidap virus corona di kamp pengungsian Bangladesh yang disebut sejumlah pejabat sebagai kamp pengungsian terbesar di dunia.

Ini adalah kasus pertama yang dikonfirmasi di lokasi pengungsian Cox`s Bazar, Bangladesh, yang menampung sekitar satu juta orang etnis Rohingya, ungkap seorang dokter pemerintah.

Para pejabat mengatakan kepada BBC bahwa mereka yang terinfeksi sekarang dirawat secara terpisah.

Sekitar 1.900 orang pengungsi Rohingya lainnya saat ini diisolasi untuk menjalani tes.

Para pengungsi Rohingya di lokasi kamp pengungsian di Cox`s Bazar sudah menjalani kebijakan karantina wilayah sejak 14 Maret.

Di Yunani, yang juga merupakan lokasi bagi sejumlah besar pengungsi, para pejabat berharap dapat memindahkan sekitar 1.600 orang dari lokasi penampungan ke negara-negara lain, ketika pandemi mereda.

Dua orang migran yang mencapai Pulau Lesbos di wilayah perairan Yunani pada pekan ini dinyatakan positif Covid-19. Mereka sudah diisolasi tanpa kontak dengan para pengungsi di kamp-kamp di pulau itu.

Seberapa besar ancaman di Cox`s Bazar?

Berbagai lembaga bantuan internasional telah memperingatkan tentang dampak potensial virus corona terhadap para pengungsi Rohingya, yang hidup dalam ruangan sempit, padat, serta memiliki akses terbatas ke air bersih.

Baca Juga  Muslim Jerman Bersiap untuk Kembali ke Masjid Akhir Pekan Ini

“Sekarang virus telah memasuki permukiman pengungsi terbesar di dunia di Cox`s Bazar. Kami melihat prospek yang sangat nyata bahwa ribuan orang kemungkinan akan meninggal akibat Covid-19,” kata Dr Shamim Jahan, Direktur kesehatan organisasi Save the Children di Bangladesh, dalam sebuah pernyataan.

“Pandemi ini dapat membuat Bangladesh mundur sekian dekade,” katanya.

Manish Agrawal, salah-seorang pimpinan organisasi kemanusiaan International Rescue Committee (IRC) di Bangladesh, mengatakan bahwa ada 40.000 hingga 70.000 orang pengungsi tinggal per kilometer persegi.

“Itu setidaknya 1,6 kali kepadatan populasi di atas kapal pesiar Diamond Princess, tempat penyakit ini menyebar empat kali lebih cepat daripada di Wuhan saat puncak wabah,” katanya kepada kantor berita Reuters, merujuk pada sebuah kapal pesiar di Jepang.

Siapa kelompok etnis Muslim Rohingya?

Masyarakat Rohingya, yang berjumlah sekitar satu juta jiwa di Myanmar pada awal 2017, adalah salah satu dari banyak etnis minoritas di negara itu. Mereka mengalami penganiayaan selama beberapa generasi.

Eksodus terakhir orang-orang Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh dimulai pada Agustus 2017 setelah kelompok gerilyawan Rohingya melancarkan serangan mematikan di Myanmar terhadap lebih dari 30 pos polisi. (viva)

Baca Juga  Arab Saudi Ancam Deportasi Pemilik Toko Jika Biarkan Ada Kerumunan Pembeli

Share :

Baca Juga

Global

Masjid Diserang di Siprus Yunani, Turki Siprus Protes Keras

Global

Grand Syekh Al Azhar Mesir: Covid-19 Bukan Hukuman Allah SWT

Global

Arab Saudi Longgarkan Lockdown Kecuali di Makkah. Kenapa?

Global

Masjid Ar-Rahman, Satu-satunya Masjid yang Terdapat di Korea Utara
Gerebek Rumah Imam Besar Masjid Al-Aqsa

Global

Imam Masjid al-Aqsa Ditangkap Intelijen Yahudi dengan Tudingan Menghasut

Global

Marwa el-Sherbini, Muslimah Korban Islamophobia Karena Berhijab
Masjid di Selandia Baru

Global

Setahun Setelah Penembakan, Masjid di Selandia Baru Ramai Lagi

Global

Poto: al-Aqsa Ditutup, Umat Muslim Shalat di Bukit Zaitun