Home / Tausiyah

Senin, 18 Mei 2020 - 02:03 WIB

Keistimewaan Aisyah Istri Nabi SAW Menurut Ustaz Abdul Somad

‘Aisyah binti Abu Bakar bisa dikatakan melampaui para perempuan pada zamannya. Sebab, kecerdasan istri ketiga Rasulullah Muhammad SAW itu begitu tinggi. Daya ingatnya tajam. Begitupun kemampuannya dalam berpikir kritis.

Ustaz Abdul Somad (UAS) memaparkan peranan ‘Aisyah dalam sejarah transmisi keilmuan Islam. UAS mengutip perkataan Imam al-Hakim dalam kitab al-Mustadrak, “Seperempat hukum-hukum syariat Islam diriwayatkan dari Aisyah RA.”

Pengakuan yang senada, lanjut UAS, juga pernah disampaikan Abu Musa al-Asy’ari dalam Sunan at-Tirmidzi, “Jika ada suatu hadis yang sulit dipahami di antara para sahabat Nabi SAW, maka mereka bertanya kepada ‘Aisyah, dan mereka pun mendapatkan ilmu darinya.”

“Menurut Imam adz-Dzahabi, ada lebih dari 100 orang meriwayatkan hadis dari ‘Aisyah. Total hadis yang diriwayatkan ‘Aisyah ialah 2.210 hadis,” ujar UAS saat berbincang dengan Republika, beberapa waktu lalu.

Alhasil, peranan ‘Aisyah bagaikan suatu “madrasah besar” dalam sejarah Islam, khususnya sepanjang dekade-dekade awal pascawafatnya Nabi SAW. Beragam ulama mengakui ihwal tersebut.

Dalam kitab At-Thabaqat al-Kubra karya Ibnu Saad, Masruq ibn al-Ajda’ memberikan kesaksian, “Aku melihat para ulama senior dari kalangan sahabat Nabi SAW bertanya ihwal hukum faraidh kepada ‘Aisyah.”

Baca Juga  Pahami Arti Insya Allah, Agar Tidak Tergolong Orang Munafik

Kehebatan istri Rasulullah SAW itu bahkan disandingkan dengan empat sahabat utama. Al-Ahnaf bin Qais, seperti dikutip dalam Tarikh Dimasyq karya Ibnu Asakir, berkata, “Saya pernah mendengar orasi Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali, serta banyak tokoh lain. Akan tetapi, tak ada kalimat yang lebih kaya dan lebih baik melebihi ungkapan-ungkapan dari ‘Aisyah.”

Imam az-Zuhri dalam Siyar A’lam an-Nubala’ menyatakan, “Seandainya dikumpulkan ilmu dari seluruh perempuan Muslim, lalu itu dibandingkan dengan ilmu ‘Aisyah. Maka, ilmu ‘Aisyah akan tetap lebih utama.”

Kepandaian ‘Aisyah tidak hanya dalam bidang hadis, melainkan juga fikih, ilmu pengobatan, dan sastra. Ia tak sekadar mengajarkan sunah Rasulullah SAW, tetapi juga mengoreksi beberapa pernyataan para sahabat.

Sebab, ada keterangan dari mereka yang kurang sesuai dengan sabda atau tindakan Nabi SAW. Misalnya, kritik ‘Aisyah terhadap Abu Hurairah tentang apakah shalat seseorang batal bila ada orang melintas di depannya.

“Beberapa fatwa sahabat Nabi SAW diluruskan ‘Aisyah. Disusun Imam az-Zarkasyi dalam kitab al-Ijabah li Iradi ma Istadrakathu ‘Aisyah ‘an as-Shahabah,” kata UAS. (rep)

Baca Juga  Apakah Obat Tetes Mata dan Suntik Membatalkan Puasa? Ini Kata UAS

Share :

Baca Juga

Obat Tetes Mata dan Suntik Membatalkan Puasa

Tausiyah

Apakah Obat Tetes Mata dan Suntik Membatalkan Puasa? Ini Kata UAS

Tausiyah

Ini Sebab Shalat Wanita Tidak Diterima

Tausiyah

Diajak Suami Maksiat, Siapa yang Berdosa? Ini Penjelasannya!
Putra dan Putri Rasulullah

Tausiyah

Mengenal Putra dan Putri Rasulullah Muhammad saw

Tausiyah

Almarhum Mbah Moen: Kebangkitan Islam akan Datang dari Negara Penghasil Biji-bijian

Tausiyah

Rasul SAW Takkan Akui Umatnya yang Dukung Penguasa Zalim
Waktu Paling Mustajab Berdoa

Tausiyah

Inilah 12 Waktu Paling Mustajab Berdoa Pasti Dikabulkan!

Tausiyah

Ustadz Adi Hidayat: Jenazah Pasien Covid-19 Syuhada, Tidak Boleh Ditolak