Home / Inspiratif

Selasa, 19 Mei 2020 - 23:36 WIB

Kim Kap Han, WN Korea Dapat Hidayah di Bui, Ingin Hatam al-Quran Sebelum Bebas

Setahun tujuh bulan, Kim Kap Han, Warga Negara Korea Selatan berada di balik jeruji besi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Cianjur menjalani masa hukuman atas kesalahan yang diperbuatnya. Namun di Lapas berbasis Pondok Pesantren ini pula, Kim mendapatkan hidayah dan mendalami agama Islam.

Bahkan, pria yang memiliki dua orang anak ini bernazar bisa hatam dan selesai menyalin Al-Quran, sebelum dia menghirup udara segar serta berkumpul bersama keluarga tercintanya.

Kim yang sudah bertahun-tahun tinggal di Indonesia merupakan seorang pengusaha dan pimpinan perusahaan. Namun ia terpaksa harus berurusan dengan hukum dan menjalani masa tahanan terkait kasus bea dan cukai.

Setelah diputuskan oleh pengadilan, ia harus menghabiskan 2 tahun lebih berada di Lapas kela IIB Cianjur.

“Kasusnya bea dan cukai, masa tahanan saya 2 tahun tiga bulan oleh pengadilan. Sekarang sudah 1 tahun 7 bulan, tinggal beberapa bulan lagi bisa bebas,” ujar Kim saat ditemui detik.com di Lapas Cianjur, belum lama ini.

Namun, di dalam lapas Kim mendapatkan hidayah. Kim mulai mengenal dan mendalami Islam.

Baca Juga  10 Tahun Atheis, Ahli Matematika Ini Masuk Islam Usai Temukan Jawaban Logis dari al-Quran

Lapas Cianjur yang menerapkan pola pendidikan layaknya pondok pesantren, membuat Kim bisa belajar banyak tentang Islam, beribadah, belajar membaca dan menulis Al-Quran.

“Alhamdulillah, sekarang sudah bisa membaca Al-Quran. Mengenal lebih dalam Islam dari pada ustadz dan pengurus pesantren di dalam Lapas Cianjur ini,” ungkapnya.

Selama menjalani masa tahanan, Kim menghabiskan waktu untuk terus belajar, beribadah, hingga menyelesaikan nazarnya yakni bisa hatam dan selesai menyalin Al-Quran.

Di kala narapidana lainnya masih sibuk dengan kegiatannya di dalam sel, Kim sudah berada di masjid di dalam lapas. Sebari menunggu waktu salat, tangannya yang sudah berkeriput di usianya yang hampir menngijak 60 tahun itu perlahan menulis satu persatu huruf dan ayat dalam Al-Quran.

Kini, tinggal beberapa surat lagi yang harus dia baca hingga bisa hatam, dan beberapa juz lagi yang perlu dia salin untuk menuntaskan nazarnya.

“Saya bernazar hatam dan menyalin Al-Quran sebelum bebas, alhamdulillah sedikit lagi selesai. Semoga dilancarkan sampai selesai,” tuturnya.

Nantinya, Al-Quran yang dia salin dalam buku tulis itu akan dia bawa ke rumah sebagai pengingat jika dia pernah bersalah dan harus menjalani masa hukuman. Namun di balik semua itu, dia bisa belajar banyak tentang Islam yang menjadi agama yang dia peluk saat ini.

Baca Juga  Subhanallah! 4.000 Guru Tahfidz al-Quran Terima Tunjangan Kehormatan

“Sebagai pengingat, karena Allah SWT sayang saya, makanya dimasukkan ke sini. Selajutnya saya harus jadi seseorang yang lebih baik setelah bebas,” ucapnya.

Tak hanya menjadi pribadi yang lebih baik, lanjut Kim, dirinya juga selalu diingatkan untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi banyak orang.

“Rezeki itu titipan, dan harus digunakan untuk membantu banyak orang, bermanfaat untuk orang lain. Itu yang saya dapat dari ustaz dan guru saya di sini. Insya Allah nantinya saya keluarga akan jalankan nasihat itu,” tutur Kim.

Pondok Pesantren Dalam Lapas Cianjur, Cetak DAI hingga Qori

Kalapas Cianjur, Heri Aris Susila, mengungkapkan, Kim merupakan salah satu dari banyak narapidana Cianjur yang menjadi pribadi lebih baik dalam menjalani masa tahanan di Lapas Cianjur.

Pola pembinaan narapidana yang mengedepankan kemanusiaan dan pendidikan pesantren, membuat napi dengan sendirinya ingin berubah dan mendalami agama.

“Kita dibantu juga oleh MUI dan para ustaz di pondok pesantren. Melalui bimbingan mereka, para narapidana atau yang kami sering sebut santri Ponpes At-Ataubah (Ponpes di dalam lapas Cianjur) banyak belajar, terutama belajar agama Islam,” tutur Heri.

Baca Juga  Kisah Penemu Alat Tes Cepat Virus Corona, Profesor Jackie Ying, yang Masuk Islam

Para Santri Ponpes di Lapas Cianjur setiap harinya menjalani pendidikan agama. Bahkan mereka yang belum bisa baca tulis Al-Quran pun diajari mulai dari awal hingga bisa.

Hal itu membuat Ponpes Attaubah yang didirikan 2012 lalu itu sukses mencetak banyak Dai dan qori. Bahkan banyak dari mereka yang menjadi tokoh di lingkungan tempat tinggalnya saat ini.

Dia berharap, metode pembinaan tersebut bisa terus berjalan dan merubah perilaku para narapidana untuk tidak mengulangi kesalahannya serta kembali ke dalam lapas untuk menjalani masa hukuman.

“Semoga upaya ini menjadi yang terbaik dalam membina para narapidana,” tuturnya. (detik)

Share :

Baca Juga

Inspiratif

Vlogger Korea, Jay Kim Masuk Islam. Ini Alasannya!

Inspiratif

Ungkapan Hati: Abah, Aku Jatuh Cinta pada Salah Satu Santrimu

Inspiratif

Mualaf Ini Rela Jual Aset Hingga Rp12 M Demi Bantu Penanganan COVID-19

Inspiratif

Mualaf Lasmaria: Seberat Apapun Ujian, Saya Mau Masuk Islam

Inspiratif

Injil Asli Ditemukan, Isinya Menjelaskan Isa Tidak Disalib dan Membenarkan Nabi Muhammad saw
dewi persik

Inspiratif

Dewi Persik Ajari Cimoy Montok Mengaji; Tak Ada Kata Terlambat
Taku Takazawa

Inspiratif

Cerita Taku Takazawa, Artis Tato yang Kini Jadi Imam Masjid Jepang

Inspiratif

Ajaib, Sejak 20 Tahun Lalu Pria Ini Ditafsir Tawaf Sendirian di Kabah