Home / Kisah Nyata

Selasa, 19 Mei 2020 - 00:07 WIB

Tak Pernah Berangkat Haji, Orang Ini Kaget Melihat Foto-foto Dirinya di Tanah Suci

Uang lebihan belanja yang dikumpulkan selama hampir lima tahun, nyatanya sudah terkumpul hingga mencapai dua puluh juta lebih.

Tekad bulat untuk memenuhi panggilan-Nya ke tanah suci, menjadi impian yang tak terbedung, berharap diberikan kesehatan dan kekuatan iman untuk bisa sampai ke Ka’bah.

Mendung yang mengepul pagi itu, mengawali hari memburamkan suasana, orang-orang menjadi malas untuk sekedar keluar rumah, namun tidak bagi pak Iman (bukan nama sebenarnya). Bersama istri dan kedua anaknya, beliau sengaja keluar rumah hendak ke Bank Syariah untuk menyimpan uang guna berangkat Haji.

Ketika hendak berjalan menuju jalan raya menunggu angkutan umum, dia melihat becak melintas dengan membawa tetangganya yang terkulai lemas tak sadarkan diri.

Sang istri yang tengah menemaninya, bermuka sedih bercampur panik, belumlah terlalu jauh, pak Iman menghampiri dan bertanya,

“Pak Parmin kenapa, Bu?”

“Sakit, pak. Sudah 3 hari dadanya terasa sakit”

***

Sore hari ketika tengah bersantai di teras, istri pak Parmin, datang menghampiri dengan keadaan sedih. Dia bercerita bahwa saat ini kondisi suaminya dalam keadaan kritis, ada penyempitan dibagian paru-parunya, dan harus dioperasi.

Baca Juga  Kagum dengan Kedisiplinan Ajaran Islam, Jameela Jadi Mualaf

Tak tanggung tanggung, biaya yang diperlukan untuk operasi tersebut sebesar dua puluh juta rupiah.

Setelah semalaman bermusyawaroh dengan istrinya, Akhirnya pak Iman memutuskan mengambil kembali uang simpanan dan meminjamkannya ke keluarga pa Parmin untuk biaya operasi.

***

Dua tahun kemudian, setelah musim haji berlalu, orang-orang yang tengah berangkat haji telah kebali pulang ke tanah air.

Di sebuah masjid, pak Iman yang tengah dalam perjalanan pulang menyempatkan diri untuk melaksanakan sholat asyar.

Ketika hendak melanjutkan perjalan pulang ke rumah, pak Iman disapa oleh seorang laki-laki.

“Masya Allah…, pak Haji. Alhamdulillah kita ketemu lagi di sini. Sebentar rumah bapak di area sini?” Tanya lelaki itu seolah sudah akrab dengan pak Iman.

Sapaan pak Haji yang diucapkan serta pelukan dan kalimat-kalimat keakraban yang seolah-olah telah kenal lama, membuat pak Iman semakin bingung.

“Maaf, pak! Bapak ini siapa ya? Sepertinya bapak salah orang” Ucap pak Iman limbung.

“Ah… masa pak Haji lupa, ini saya pak Haji Rohman, yang dulu waktu di Ka’bah kita bareng, sholat di masjid waktu ibadah haji kita bareng” Ucapnya gamblang.

Baca Juga  Beberapa Hari Kedepan Saudi Buka Kembali Umroh di Masjidil Haram dan Nabawi

“Masya Allah… maaf, pak! Bapak beneran salah orang, saya belum pernah berangkat haji!”

“Ah… tak mungkin saya salah orang, pak! Bapak ini, pak haji Iman kan!”

“Iyah benar, Bapak tahu nama saya dari mana?”

“Lah… tadi kan saya bilang, kita haji bareng, pak! Ketemu di sana”

“Oh iya, pak saya ingat pernah janji ke bapak untuk mengirim foto-foto kita waktu disana, tadinya mau saya kirim, Cuma kebetulan alamat pak Iman yang dulu pernah diberikan ke saya, hilang pak”lanjutnya

Pak Iman sendiri masih kebingungan.

“Gini saja, Pak! Aku ajak bapa ke rumah saya dulu sebentar, nanti pulangnya saya antar!”

Karena penasaran, pak Iman pun mengikuti ucapan pak Rohman, tadi.

Sesampainya di rumah pak Rohman, pak Iman terkejut melihat foto-foto dirinya yang tengah menunaikan ibadah haji.

Pak Iman pun pulang dengan membawa foto-foto dirinya, setelah memperlihatkan ke istri dan anaknya, seisi rumah merasa haru dan bercampur bingung.

Akhirnya, pak Iman mendatangi seorang alim ulama. Menurut beliau, bisa jadi itu malaikat yang diserupakan oleh Allah Subhanahuwata’ala untuk menunaikan haji mengganti keberangkatan pak Iman karena menolong tetangganya yang sedang sakit. (sb)

Baca Juga  Naja Hudia Afifurohman, Hafizh Cilik yang Membuat Syekh Ali Jaber Kagum Sampai Cium Kakinya

Share :

Baca Juga

Kapten San Jin-Gu yakni salah satu komandan Brigade-11 SF, pasukan perdamaian PBB dari Korea Selatan yang ditugaskan di Irak. Ini bencana usang memang. Kapten San dan pasukannya bertugas di wilayah Irbil, Irak Utara. Saat bertugas di wilayah tersebut, ia sering mengamati orang-orang muslim sholat berjamaah di masjid, kebetulan markas pasukannya berada bersahabat masjid. Ia sangat tertegun dengan gerakan-gerakan sholat. Karena dihinggapi rasa penasaran, ia mencoba menirukan seluruh gerakan shalat dan dipraktikkan di kamarnya sendirian. Pada dikala mempraktekan itulah ia mencicipi ada ketenangan, dan perasaan tenang dalam hatinya. Itulah sebabnya, gerakan-gerakan sholat tersebut lalu ia jadikan jadwal meditasi di pasukan yang ia pimpin (di samping Yoga). Dan ternyata sebagian besar prajurit sesudah mempraktikkan gerakan-gerakan sholat tersebut mencicipi hal yang sama, mereka juga merasa lebih tenang dan damai. Sejak itu Kapten San berinisiatif mempelajari Islam untuk mengenalnya lebih dalam lagi, dan jadinya ia memutuskan untuk memeluk Islam. Ketika niatnya ingin memeluk Islam disampaikan kepada prajurit-prajuritnya, ia berkata: “Aku telah menemukan cahaya kehidupan yang sesungguhnya, saya ingin berada dalam cahaya itu, dan cahaya itu yakni Islam”. Tanpa ia duga, secara impulsif 37 prajurit yang ia pimpin mengangkat tangan mereka, sebagai tanda ikut bersama komandannya untuk juga memeluk Islam.

Kisah Nyata

Kapten Dan 37 Prajurit Korea Ini Memeluk Islam? Alasannya Mengejutkan Semua Orang !

Kisah Nyata

Kerap Mimpi Keranda dan Dengar Adzan Selama Sepekan, Dokter Tirta Masuk Islam
Bos JNE yang Jadi Mualaf

Kisah Nyata

Masya Allah! Begini Kisah Bos JNE yang Jadi Mualaf hingga Mimpikan 99 Masjid

Kisah Nyata

Kagum dengan Kedisiplinan Ajaran Islam, Jameela Jadi Mualaf

Kisah Nyata

Aliza Kim, Mantan Model yang Mualaf: Saat Mengucapkan Syahadat Seperti Kesemutan

Kisah Nyata

Tangan yang Dicium Rasulullah SAW Karena Mencari Nafkah Keluarga

Kisah Nyata

Ustaz Mutumba Syok Berat Ternyata Istrinya Seorang Pria. Kok Bisa?

Kisah Nyata

Naja Hudia Afifurohman, Hafizh Cilik yang Membuat Syekh Ali Jaber Kagum Sampai Cium Kakinya