Home / Kisah Nyata

Selasa, 26 Mei 2020 - 06:49 WIB

Kerap Mimpi Keranda dan Dengar Adzan Selama Sepekan, Dokter Tirta Masuk Islam

Dokter Tirta mulai melejit setelah melontarkan kritik tajam terhadap pemerintah terkait penanganan pandemi virus corona atau Covid-19 di Tanah Air.

Dokter jebolan Universitas Gadjah Mada (UGM) bernama lengkap Tirta Mandira Hudhi itu hingga kini masih aktif berperan melawan virus corona dan tanpa lelah mengampanyekan pencegahan Covid-19.

Siapa sangka jika dokter berusia 28 tahun itu ternyata seorang mualaf. Dia baru memutuskan memeluk Islam pada 2011 silam.

Dokter Tirta bercerita pengalamannya saat menjadi mualaf. Kala itu, ayahnya yang memang seorang muslim sedang menunaikan ibadah umrah.

“Saat bersamaan aku mimpi yang aneh. Jadi waktu itu aku ketiduran jam 4 sore, aku lihat diri aku terbaring dan aku seperti terbang tinggi sekali,” kata Dokter Tirta melalui akun YouTube Masjid Agung Al-Azhar.

Saat terbang, dia mengaku dijaga dua orang berbaju putih dan bercahaya. Penjaga tersebut kemudian mengarahkan dirinya untuk menuju sebuah rumah berwarna hijau dan di sana terdapat keranda mayat berwarna hijau serta 9 orang.

“Di situ aku disuruh duduk dan tiba-tiba orang yang ada di dalam keranda itu bangkit, wajahnya bersinar banget. Dia tidak berkata apa-apa namun hanya menitipkan surat ke kantong meja dan menghilang,” tuturnya.

Baca Juga  Masya Allah! Terbang dari Bosnia, Pria Difabel Ini Ingin Ucapkan Syahadat di Indonesia

“Salah satu kiai yang ada di rumah tersebut bilang ke aku, suatu saat kamu tahu tugas mu akan besar. Kemudian saya terbangun dan pas (waktu) maghrib,” kata dia.

Sejak peristiwa itu, dia selalu mendengar adzan setiap pukul 09.00 pagi dan 12.00 12 siang. Pengalaman spiritual itu pun diceritakan Dokter Tirta kepada ayahnya.

“Bapak cerita saat umrah berdoa untuk mengarahkan aku untuk mendapatkan yang terbaik. Dan sejak saat itu, saya memutuskan mau masuk Islam,” ujarnya.

Bagi dia, agama Islam bukan agama baru dalam dirinya. Terlahir dengan dua agama yang berbeda dari kedua orangtua, Dokter Tirta bahkan sempat belajar dari kedua agama tersebut.

“Aku juga pergi ke gereja dan masjid, di situ berpikir, kalau ke gereja masuk surga dan ke masjid masuk surga, kenapa tidak menjalani kedua-duanya,” tuturnya.

Sejak kecil Dokter Tirta juga menjalani kedua agama tersebut secara bersamaan.

“Aku dari SD ke Tempat Pengajian Alquran (TPA) di Masjid Al-Fajri, di situ aku belajar mengaji dan setiap minggu aku juga ke sekolah minggu,” tandasnya. (put)

Baca Juga  Cindy Caroline Sudah Sholat dan Puasa Sebelum Ucap Syahadat

Share :

Baca Juga

Kisah Nyata

Kisah Dukun Masuk Islam di Hadapan Nabi SAW
Bos JNE yang Jadi Mualaf

Kisah Nyata

Masya Allah! Begini Kisah Bos JNE yang Jadi Mualaf hingga Mimpikan 99 Masjid
kisah unik haji

Kisah Nyata

Tak Pernah Berangkat Haji, Orang Ini Kaget Melihat Foto-foto Dirinya di Tanah Suci
Kapten San Jin-Gu yakni salah satu komandan Brigade-11 SF, pasukan perdamaian PBB dari Korea Selatan yang ditugaskan di Irak. Ini bencana usang memang. Kapten San dan pasukannya bertugas di wilayah Irbil, Irak Utara. Saat bertugas di wilayah tersebut, ia sering mengamati orang-orang muslim sholat berjamaah di masjid, kebetulan markas pasukannya berada bersahabat masjid. Ia sangat tertegun dengan gerakan-gerakan sholat. Karena dihinggapi rasa penasaran, ia mencoba menirukan seluruh gerakan shalat dan dipraktikkan di kamarnya sendirian. Pada dikala mempraktekan itulah ia mencicipi ada ketenangan, dan perasaan tenang dalam hatinya. Itulah sebabnya, gerakan-gerakan sholat tersebut lalu ia jadikan jadwal meditasi di pasukan yang ia pimpin (di samping Yoga). Dan ternyata sebagian besar prajurit sesudah mempraktikkan gerakan-gerakan sholat tersebut mencicipi hal yang sama, mereka juga merasa lebih tenang dan damai. Sejak itu Kapten San berinisiatif mempelajari Islam untuk mengenalnya lebih dalam lagi, dan jadinya ia memutuskan untuk memeluk Islam. Ketika niatnya ingin memeluk Islam disampaikan kepada prajurit-prajuritnya, ia berkata: “Aku telah menemukan cahaya kehidupan yang sesungguhnya, saya ingin berada dalam cahaya itu, dan cahaya itu yakni Islam”. Tanpa ia duga, secara impulsif 37 prajurit yang ia pimpin mengangkat tangan mereka, sebagai tanda ikut bersama komandannya untuk juga memeluk Islam.

Kisah Nyata

Kapten Dan 37 Prajurit Korea Ini Memeluk Islam? Alasannya Mengejutkan Semua Orang !

Kisah Nyata

Kagum dengan Kedisiplinan Ajaran Islam, Jameela Jadi Mualaf

Kisah Nyata

Tangan yang Dicium Rasulullah SAW Karena Mencari Nafkah Keluarga

Kisah Nyata

Istri Petarung MMA Mualaf Dipecat dari Tempat Kerja karena Pakai Jilbab

Kisah Nyata

Masya Allah! Mimpi Bertemu Nabi Muhammad saw, Kakek Ini Putuskan Jadi Mualaf