Home / Kisah Nyata

Kamis, 28 Mei 2020 - 18:25 WIB

Saat Pemerintahan Umar bin Abdul Aziz, Gaji Pegawai Lebih Besar dari Dirinya

Umar bin Abdul Aziz merupakan salah seorang khalifah Dinasti Umayyah. Dia menjadi penguasa dari tahun 717 M-720 M.

Meski hanya memimpin dengan singkat, namun Umar bin Abdul Aziz dikenal sebagai pemimpin yang sangat bertawakal kepada Allah. Dan, dia berhasil membuat masyarakat yang hidup di bawah naungan Dinasti Umayyah sejahtera.

Soal kesejahteraan, tidak hanya rakyatnya yang dipikirkan oleh Umar tetapi juga para pegawainya.

Umar bin Abdul Aziz telah memutuskan tidak mengambil sedikit pun harta fa-i (harta dari orang atau negara non muslim). Ia tidak mengambil bagian dari harta itu sedikit pun kecuali bagian yang dia ambil bersama kaum muslimin lainnya.

Karenanya, datanglah Ibnu Abi Zakaria menghadap dan berkata, “Hai Amirul Mukminin, aku ingin membicarakan sesuatu kepadamu.”

Umar berkata, “Katakanlah.”

Ibnu Abi Zakaria mengatakan, “Aku mendengar engkau menggaji pegawaimu tiga ratus dinar.”

Umar berkata, “Ya, benar.”

Ibnu Abi Zakaria bertanya, “Mengapa begitu?”

Umar menjelaskan, “Aku ingin membuat mereka kaya dan menghindarkan mereka dari pengkhianatan.”

Baca Juga  Muhammad Cheng, Memeluk Islam Setelah Melihat Sosok Putih Angkat Masjid saat Tsunami Aceh

Ibnu Abi Zakaria menimpali, “Engkau lebih berhak untuk itu, Amirul Mukminin.”

Umar lalu mengeluarkan hastanya dan berkata, “Hai Ibnu Abi Zakaria, hasta ini tumbuh dari harta fa’i dan aku belum pernah menyiapkan untuk itu sama sekali.” (rol)

Share :

Baca Juga

Kisah Nyata

Kagum dengan Kedisiplinan Ajaran Islam, Jameela Jadi Mualaf

Kisah Nyata

Istri Petarung MMA Mualaf Dipecat dari Tempat Kerja karena Pakai Jilbab

Kisah Nyata

Kisah Dukun Masuk Islam di Hadapan Nabi SAW

Kisah Nyata

Karena Harus Ibadah di Rumah, Akhirnya Ayah Harus Menjadi Imam Shalat Tarawih

Kisah Nyata

Muhammad Cheng, Memeluk Islam Setelah Melihat Sosok Putih Angkat Masjid saat Tsunami Aceh

Kisah Nyata

Naja Hudia Afifurohman, Hafizh Cilik yang Membuat Syekh Ali Jaber Kagum Sampai Cium Kakinya

Kisah Nyata

Aliza Kim, Mantan Model yang Mualaf: Saat Mengucapkan Syahadat Seperti Kesemutan
Kapten San Jin-Gu yakni salah satu komandan Brigade-11 SF, pasukan perdamaian PBB dari Korea Selatan yang ditugaskan di Irak. Ini bencana usang memang. Kapten San dan pasukannya bertugas di wilayah Irbil, Irak Utara. Saat bertugas di wilayah tersebut, ia sering mengamati orang-orang muslim sholat berjamaah di masjid, kebetulan markas pasukannya berada bersahabat masjid. Ia sangat tertegun dengan gerakan-gerakan sholat. Karena dihinggapi rasa penasaran, ia mencoba menirukan seluruh gerakan shalat dan dipraktikkan di kamarnya sendirian. Pada dikala mempraktekan itulah ia mencicipi ada ketenangan, dan perasaan tenang dalam hatinya. Itulah sebabnya, gerakan-gerakan sholat tersebut lalu ia jadikan jadwal meditasi di pasukan yang ia pimpin (di samping Yoga). Dan ternyata sebagian besar prajurit sesudah mempraktikkan gerakan-gerakan sholat tersebut mencicipi hal yang sama, mereka juga merasa lebih tenang dan damai. Sejak itu Kapten San berinisiatif mempelajari Islam untuk mengenalnya lebih dalam lagi, dan jadinya ia memutuskan untuk memeluk Islam. Ketika niatnya ingin memeluk Islam disampaikan kepada prajurit-prajuritnya, ia berkata: “Aku telah menemukan cahaya kehidupan yang sesungguhnya, saya ingin berada dalam cahaya itu, dan cahaya itu yakni Islam”. Tanpa ia duga, secara impulsif 37 prajurit yang ia pimpin mengangkat tangan mereka, sebagai tanda ikut bersama komandannya untuk juga memeluk Islam.

Kisah Nyata

Kapten Dan 37 Prajurit Korea Ini Memeluk Islam? Alasannya Mengejutkan Semua Orang !