Home / Global

Senin, 1 Juni 2020 - 13:04 WIB

Imam Masjid al-Aqsa Ditangkap Intelijen Yahudi dengan Tudingan Menghasut

Intelijen Israel menahan imam besar Masjid Al-Aqsa, Sheikh Ekrima Sabri dari rumahnya di Yerusalem Timur pada Jumat akhir pekan lalu.

Imam besar Masjid Al-Aqsa itu dimintai keterangan di kantor polisi al-Qashla di Yerusalem Barat. “Satu unit dari intelijen Israel menggrebek rumah Sheikh dan menginformasikan dirinya bahwa dia ditangkap,” ungkap anggota keluarga yang tak ingin disebutkan identitasnya kepada Anadoly Agency.

Otoritas Israel sejak Januari lalu memutuskan untuk melarang Sheikh Ekrima Sabri masuk Masjid Al-Aqsa selama empat bulan. Laporan The Times of Israel menyebutkan, sejumlah aktivis Palestina di Yerusalem Timur termasuk Sheikh Ekrima Sabir ditangkap. Dia dibebaskan pada Jumat pagi.

Menurut Sabri, saat ditahan dia dituduh menghasut dan ikut serta dalam protes anti-Israel. Namun sepeti dikutip tempo, Sabri membantahnya.

Sabri mengatakan, hari Rabu pekan ini dipanggil untuk diinterogasi tentang kegiatan yang dituduhkan padanya.

Pemimpin Hamas Ismael Haniyeh mengecam laporan penangkapan Sabri dan aktivis Palestina lainnya.

“Serangan baru terhadap hak kami untuk beribadah dan mengakses kami ke situs suci, dan bagian dari rencana untuk menyingkirkannya dari para jamaah,” kata Haniyeh.

Baca Juga  Belajar dari Turki, Negara Modern tapi Tegas Hukum Penista Islam

Sabri dicopot dari jabatannya sebagai Imam Besar oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas tahun 2006 setelah karir kontroversi dirinya, termasuk dukungan terhadap pelaku bom bunuh diri dan penolakannya pada peristiwa Holocaus.

Sabri juga membela kekerasan terhadap Yahudi di area Al-Qasa sebagai upaya membela diri yang sah, ujarnya dalam satu wawancara dengan The Times of Israel tahun 2015.

Direktur Al-Aqsa, Omar al-Kiswani mengatakan, sebagian besar pembatasan telah diberlakukan untuk masalah kesehatan masyarakat. Ini jadi alasan pelarangan Sabri berkunjung ke Masjid Al-Aqsa.

“Persyaratan ini bersifat universal, bukan persyaratan pekerjaan. Mereka menjaga kesehatan rakyat kami dan menjaga masjid kami,” kata al-Kiswani mengatakan kepada Palestina TV. (bl)

Share :

Baca Juga

Global

Lihat! Muslim Inggris Berlomba Hadirkan Masjid Mini di Rumah. Keren Habis…
Kembali ke Masjid

Global

Muslim Jerman Bersiap untuk Kembali ke Masjid Akhir Pekan Ini

Global

Batal Haji, Uang Jamaah Haji India Dikembalikan 100 Persen
Tanda Kiamat di Mekkah

Global

Tiga Tanda Kiamat di Mekkah yang Sudah Muncul

Global

Penutupan Masjid Al-Aqsa Selama Ramadhan Menyakitkan
Sterilisasi Jemaah

Global

Pengurus Masjidil Haram Pasang Gerbang Sterilisasi Jemaah

Global

Imam Shamsi: Islam Sampai Amerika Sebelum Columbus

Global

Beberapa Hari Kedepan Saudi Buka Kembali Umroh di Masjidil Haram dan Nabawi