Home / Kisah Nyata

Minggu, 7 Juni 2020 - 08:14 WIB

Kagum dengan Kedisiplinan Ajaran Islam, Jameela Jadi Mualaf

Rasa haus akan arahan dan petunjuk dalam hidup membawa Jameela kepada Islam. Perempuan keturunan Nigeria yang dibesarkan di Inggris ini memandang agama seperti seseorang yang mengarahkan apa yang harus dilakukannya. Bagi perempuan berusia 30 tahun ini, selama ia beribadah kepada Tuhan, itu merupakan hal terpenting.

Jameela dibesarkan sebagai seorang pemeluk agama yang sama dengan keluarganya. Namun, meski telah memiliki kepercayaan agama, ia masih mencari petunjuk. Jameela merasa ingin lebih terhubung dengan agama dan merasa ada sesuatu yang kurang dari agama sebelumnya ini. Hingga kemudian, perjalanan hidupnya membawanya pada Islam.

“Bagi saya agama (agama sebelumnya) tidak memberi saya hal itu lagi dan satu-satunya hal yang dapat saya pikirkan adalah apa yang bisa saya ubah dan juga saudara perempuan saya memberi saya buku untuk dibaca. Jadi saya menemukan Islam pada usia 19,” kata Jameela, dilansir di About Islam, Jumat (5/6).

Jameela kemudian menemukan titik balik hidupnya dengan Islam. Ia mengaku tertarik pada Islam karena kedisiplinannya. Salah satunya, disiplin dalam sholat lima waktu dalam sehari. Menurutnya, sholat lima waktu adalah kesempatan untuk kembali kepada Tuhan.

Baca Juga  Muhammad Cheng, Memeluk Islam Setelah Melihat Sosok Putih Angkat Masjid saat Tsunami Aceh

Setelah memutuskan untuk memeluk Islam, Jameela mencoba membaca lebih lanjut pengetahuan tentang agama dan merasa butuh untuk disiplin melaksanakan sholat.

“Saya hanya perlu disiplin dan saya pikir itulah jalan ke depan bagi saya. Ada hal-hal tertentu dalam agama (sebelumnya) yang saya tidak akan percaya lagi, seperti sosok anak Allah,” ujarnya.

Ketika ia pertama kali menjadi seorang Muslimah, ia tidak mengetahui apapun tentang Islam. Namun, beruntung ia memiliki beberapa saudara yang membantunya mengenal dan memahami Islam.

Jameela lantas mencoba perlahan mempraktikkan agama Islam. Awalnya, ia merasa ragu-ragu dan berkata mungkin bukan waktunya sekarang untuk memperlihatkan identitas agama barunya. Ia berpikir untuk menyempurnakan agamanya terlebih dahulu.

Namun kemudian, Jameela memutuskan untuk berhijab. Ia mengungkapkan, orang-orang berpikir bahwa mereka Muslimah tertindas karena hijabnya. Padahal, menurutnya, hijab justru memberikan rasa hormat kepadanya sebagai wanita dari orang-orang yang hendak berurusan dengannya.

Bahkan, Jameela merasa bahwa agama menjadi pengendali dan pengarah untuk melakukan segala sesuatu. Karena Islam, ia kerap mengingatkan dirinya sendiri untuk segala hal yang hendak ia lakukan.

Baca Juga  Tangan yang Dicium Rasulullah SAW Karena Mencari Nafkah Keluarga

Tidak hanya itu, ia mengatakan bahwa orang-orang yang mengenalnya pun akan mengatakan bahwa ia telah banyak berubah dalam menangani banyak hal atau pun saat berurusan dengan orang lain.

“Semakin saya beribadah semakin saya berpaling kepada Tuhan, semakin saya mencoba memahami betapa bermanfaatnya agama itu,” ungkapnya.

Dalam Alquran, misalnya, untuk setiap perjuangan yang dilalui, Jameela mengatakan ada sesuatu di dalamnya yang berkaitan dengan itu. Tentunya, jika kita membuka hati untuk berhubungan dengannya.

“Saya telah membaca Quran berkali-kali dan pada saat saya membaca saya hanya melewatkannya karena saya tidak ingin itu membalas saya, tetapi Anda menemukan bahwa semakin Anda datang ke agama, semakin Anda kembali dan menyadari jawaban itu untuk hidup saya,” katanya.

Setelah mengenal Islam, Jameela lebih memasrahkan diri kepada Allah. Ia mengungkapkan, saat ini setiap kali terjadi sesuatu, ia dapat berpaling kepada Allah dan kemudian berdoa. Di situ ia merasa lebih baik. Tetapi saat ia mendapat masalah, Jameela tidaklah berkabung atau bersedih seperti biasanya. Ia justru akan pergi sholat dan berdoa.

Baca Juga  Naja Hudia Afifurohman, Hafizh Cilik yang Membuat Syekh Ali Jaber Kagum Sampai Cium Kakinya

“Subhanallah, sesuatu keadaan menjadi berubah. Dan bahkan teman saya bertanya bagaimana bisa ini terjadi? Tetapi saya sedang melakukan sesuatu yang tepat di sini,” tambahnya.

Sumber

Share :

Baca Juga

Kisah Nyata

Tangan yang Dicium Rasulullah SAW Karena Mencari Nafkah Keluarga
kisah unik haji

Kisah Nyata

Tak Pernah Berangkat Haji, Orang Ini Kaget Melihat Foto-foto Dirinya di Tanah Suci

Kisah Nyata

Kerap Mimpi Keranda dan Dengar Adzan Selama Sepekan, Dokter Tirta Masuk Islam

Kisah Nyata

Naja Hudia Afifurohman, Hafizh Cilik yang Membuat Syekh Ali Jaber Kagum Sampai Cium Kakinya

Kisah Nyata

Karena Harus Ibadah di Rumah, Akhirnya Ayah Harus Menjadi Imam Shalat Tarawih
Kapten San Jin-Gu yakni salah satu komandan Brigade-11 SF, pasukan perdamaian PBB dari Korea Selatan yang ditugaskan di Irak. Ini bencana usang memang. Kapten San dan pasukannya bertugas di wilayah Irbil, Irak Utara. Saat bertugas di wilayah tersebut, ia sering mengamati orang-orang muslim sholat berjamaah di masjid, kebetulan markas pasukannya berada bersahabat masjid. Ia sangat tertegun dengan gerakan-gerakan sholat. Karena dihinggapi rasa penasaran, ia mencoba menirukan seluruh gerakan shalat dan dipraktikkan di kamarnya sendirian. Pada dikala mempraktekan itulah ia mencicipi ada ketenangan, dan perasaan tenang dalam hatinya. Itulah sebabnya, gerakan-gerakan sholat tersebut lalu ia jadikan jadwal meditasi di pasukan yang ia pimpin (di samping Yoga). Dan ternyata sebagian besar prajurit sesudah mempraktikkan gerakan-gerakan sholat tersebut mencicipi hal yang sama, mereka juga merasa lebih tenang dan damai. Sejak itu Kapten San berinisiatif mempelajari Islam untuk mengenalnya lebih dalam lagi, dan jadinya ia memutuskan untuk memeluk Islam. Ketika niatnya ingin memeluk Islam disampaikan kepada prajurit-prajuritnya, ia berkata: “Aku telah menemukan cahaya kehidupan yang sesungguhnya, saya ingin berada dalam cahaya itu, dan cahaya itu yakni Islam”. Tanpa ia duga, secara impulsif 37 prajurit yang ia pimpin mengangkat tangan mereka, sebagai tanda ikut bersama komandannya untuk juga memeluk Islam.

Kisah Nyata

Kapten Dan 37 Prajurit Korea Ini Memeluk Islam? Alasannya Mengejutkan Semua Orang !

Kisah Nyata

Masya Allah! Mimpi Bertemu Nabi Muhammad saw, Kakek Ini Putuskan Jadi Mualaf

Kisah Nyata

Istri Petarung MMA Mualaf Dipecat dari Tempat Kerja karena Pakai Jilbab