Lucu! Curhat Para Ayah Jadi Imam Shalat Tarawih, Bacaan Surat Ambyar hingga Disindir Istri

  • Bagikan

Niat hati ingin menjadi imam shalat Tarawih yang sempurna. Tapi, apalah daya para ayah juga manusia yang tak luput dari salah.

Begitulah yang banyak dialami para lelaki muslim ketika menjalani Ramadhan di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB.

“Ya, ambyar semua hafalan surat al-Quran waktu kecil. Shalat fardhu biasa maksimal dua surat dan itu bolak balik surat itu lagi, surat itu lagi,” terang Khalil (32) yang curhat kepada redaksi, Rabu (29/4/2020).

Momen shalat Tarawih yang hanya rutin dilakukan selama sebulan membuat Khalil mengatur strategi saat harus mengimami keluarga kecilnya. Bacaan surat pendek pada empat rakaat pertama, ia samakan dengan empat rakaat kedua. Total ia melaksanakan delapan rakaat shalat Tarawih ditambah tiga rakaat shalat Witir.

Pilihan surat al-Quran ala Khalil, yakni Al Ikhlas, An-Nas, Ar Rahman, dan Al Waqi’ah. Khusus dua surat terakhir, Khalil mengaku mengambil beberapa ayat yang ia hafal.

“Padahal banyak surat al-Quran yang pendek, tapi faktor nggak biasa ya hilang-hilang bacaannya. Di tengah bacaan kadang lupa, balik ke yang hafal lagi saja, asal cepat beres,” ujar Khalil berterus terang.

Lantaran bacaan surat al-Quran-nya itu-itu saja, sang istri sempat menyindir. Khalil pun berjanji dalam hati untuk menyempatkan diri menata lagi hafalannya.

Namun, ia teringat saat masa kecilnya pernah melihat imam di masjid membaca mushaf al-Quran maupun sebuah kertas kecil di tangan. Intinya, sebut Khalil, tidak dilarang untuk membaca surat langsung dari al-Quran atau catatan saat mengimami shalat Tarawih.

Pada saat masa bekerja dari rumah bertepatan dengan bulan Ramadhan, Khalil juga merasa punya banyak waktu melihat perkembangan kedua putrinya. Mulai dari mereka belajar iqro’ sampai mengenalkan shalat Tarawih.

Si sulung Queena yang akan beranjak empat tahun selalu bersemangat mengajak adiknya, Qiandra (2 tahun). Mereka berdua biasanya berebutan wudhu dan cepat-cepat menata posisi sajadah.

“Anak-anak semangat pas awal mau shalat Tarawih saja. Mereka bertahan dua rakaat saja dan langsung menghilang dari shaf (barisan shalat),” ujar Khalil.

Meski begitu, pria yang tinggal di Kota Bekasi, Jawa Barat ini bersama sang istri telaten mengajak anak-anaknya ikut shalat berjamaah. Mereka percaya kebiasaan yang ditanamkan sejak kecil akan melekat di memori anak-anak.

Strategi melihat mushaf al-Quran untuk menggenapi bacaan shalat Tarawih yang disebutkan oleh Khalil ternyata menjadi pilihan bagi Saiful (38). “Ayat-ayat surat yang dibaca pada hari pertama dan kedua Ramadhan masih saya lihat urutannya di al-Quran terlebih dahulu sebelum mulai mengimami shalat Tarawih,” terangnya.

Selanjutnya pria yang berdomisili di Depok ini mengaku terbiasa dengan urutan surat yang akan dibaca pada hari-hari berikutnya. Meski memilih shalat Tarawih sebanyak 20 rakaat plus tiga rakaat shalat Witir, ia tidak pernah mengulang bacaan surat yang sama. Lantaran setiap tahunnya Saiful telah terbiasa menjadi imam shalat Tarawih di rumah saja bersama keluarganya.

“Tapi, saya masih harus melafalkan doa qunut dan doa Tarawih dengan membaca dari buku catatan,” terangnya. (ful)

  • Bagikan