Dian Djuriah, Pemilik Masjid Kubah Emas Super Tajir, Beri Amplop Ustaz Rp200 Juta

  • Bagikan

Pendiri sekaligus pemilik Masjid Kubah Emas Dian Djuriah sangat tajir dan dermawan. Bayangkan saja, memberi amplop ustaz saja Rp200 juta. Kebayang kan?

Pernah terjadi, di 31 Desember 2006, suasana lalu lintas di Jalan Meruyung, Depok, nampak dipadati puluhan ribu jemaah dari berbagai wilayah. Semuanya kompak berseragam muslim putih-putih.

Puluhan ribu jemaah itu ternyata berniat memenuhi undangan Dian Djuriah, saudagar kaya yang hendak meresmikan tempat ibadah megah, Masjid Kubah Emas Depok, Jawa Barat. Menurut catatan, ada 50 ribu jemaah yang hadir.

Kegiatan lalu diisi dengan berzikir bersama yang dipimpin Ustaz Haryono. Ustaz Haryono sendiri merupakan sosok yang dekat dengan pendiri Masjid Kubah Emas. Ia dipercaya menjadi orang yang berhasil menyembuhkan penyakit Dian kala itu.

Menariknya, usai kegiatan zikir dilakukan, Dian menyantuni semua jemaah yang hadir.

“Satu jemaah itu dikasih beras sama uang Rp200 ribu. Itu dikasih sebagai tanda syukur beliau kepada Allah SWT, sehingga jemaah-jemaah itu disantuni semuanya. Kebetulan saya bersama jemaah saya dimintai tolong oleh Bu Dian untuk ikut membagikannya,” kata Ustaz Haryono dikutip saluran Youtube Esge Entertainment, Sabtu 4 Januari 2020.

Amplop Rp200 Juta

Kata Ustaz Haryono, mendiang Dian memiliki cara-cara yang unik saat membagikan santunan. Jadi jemaah, kata dia, disuruh berbaris. Saking banyaknya jemaah, bagi-bagi santunan itu dilakukan selama berjam-jam. Di mana, Dian ikut turut membagi santunan itu ke jemaah.

“Kami menunggu. Biasanya kami setelah zikir itu kami pulang. Tapi dia minta dibantu, ‘Ustaz bantu saya dulu, karena kalau tidak saya yang membagi, akan ada yang kebagian dan tidak kebagian’.”

“Saat itu saya melihat mulai dari jam 10.00 pagi sampai jam 16.00 sore baru selesai,” katanya lagi.

Usai semua jemaah selesai diberi santunan, Ustaz Haryono dan jemaahnya kemudian mendapat giliran. Kata dia, kala itu dia cuma membawa 100 jemaah. Jemaahnya lalu disuruh berbaris.

“Jemaah saya semua dikasih uang Rp1 juta per jemaah. Lalu kemudian istri saya dipanggil di depan jemaah. Malu juga sebenarnya, karena tidak pernah dikasih uang di depan orang banyak. Sangat malu. Tetapi saya hargai karena dia berusaha amanah.”

“Saya dikasih uang Rp200 juta (uang bertumpuk-tumpuk). Kata dia, uang ini enggak boleh diganggu-ganggu, buat ustaz. Lalu istri saya dikasih Rp20 juta. Dan jemaah saya semuanya Rp1 juta,” katanya lagi.

Di akhir pembagian, mendiang Dian lalu meminta maaf kepada Ustaz Haryono, dan berharap sang ustaz tidak tersinggung dengan cara-cara mereka membagikan seperti ini.

“Karena takutnya enggak sampai kalau saya sampaikan ke yang lain. Kalau saya yang membagikan sendiri saya lega ustaz.”

Asal usul kekayaan

Bukan cuma Masjid Kubah Emas alias Dian Al Mahri saja yang dibangun berkat kedermawanan mendiang Dian. Dalam catatan skripsi karya Mirza Shahrani, Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008, “Masjid Kubah Emas di Depok: Fenomena Reproduksi Masjid Kawasan Timur Tengah Dalam Konteks Indonesia”, disebutkan kalau Dian semasa hidup sudah membantu pembangunan ribuan masjid yang tersebar di seluruh Indonesia.

Bantuan diberikan secara spontan. Saat jalan-jalan ke suatu daerah dan melihat masyarakat membutuhkan masjid, secara spontan Dian akan membantu pembangunan masjid di daerah tersebut.

Selain masjid, tak terhitung berapa banyak anak yatim yang sudah dibantunya.

Dian sendiri merupakan pengusaha sukses asal Banten yang lahir pada 1953. Usaha Dian ada banyak, salah satunya di bidang properti yang dirintis sejak 1980. Ia juga punya banyak lini usaha di Singapura, Malaysia, dan Arab Saudi.

Menurut Ustaz Haryono, Dian memiliki awal kekayaan berkat warisan dari mantan suaminya dahulu. Hal itu diungkapkan Dian kala sang ustaz bertanya dari mana uang banyak yang akan digunakan Dian untuk membangun Masjid Dian Al Mahri.

Sekadar diketahui, masjid ini dibangun dengan nilai mencapai Rp20 triliun dan merupakan nazar dari Dian. Dian bernazar, dia akan membangun masjid jika penyakitnya sembuh. Dan Ustaz Haryono lah yang sedikit banyak membantunya untuk sembuh, kala itu.

Setelah sembuh, Dian langsung menunaikan nazarnya dengan sempurna, tanpa kurang apa pun.

“Saya juga sempat bertanya, Ibu, Subhanallah Ibu bisa tunaikan nazarnya. Namun, bagaimana ibu punya harta sebanyak ini untuk membangun masjid besar Rp20 triliun,” kata Ustaz Haryono kepada Dian.

“Ustaz, sebenarnya saya ini ada sisa rezeki sisa-sisa anak untuk sekolah,” jawabnya.

Sementara pernyataan dari keluarga dan kerabat Dian menyebut, mendiang dahulu pernah mendapat seorang suami berprofesi sebagai pengusaha di Arab Saudi. Mantan suaminya itu tercatat masuk dalam keluarga kerajaan Saudi.

“Suaminya itu enggak punya saudara lagi, dia juga sudah cukup usianya. Dan menikah dengan Bu Dian. Setelah menikah beberapa bulan, kemudian meninggal. Sehingga warisannya inilah kemudian jatuh kepada beliau,” katanya.

Dari sinilah kemudian Dian mendapat rezeki yang begitu cukup sehingga digunakan kembali untuk merintis usaha, di dalam dan luar negeri.

Dibangun 7 tahun

Usai sembuh dari penyakitnya kala itu, Dian lantas menemui Ustaz Haryono. Dia mengungkapkan rencananya untuk membangun masjid besar sesuai nazarnya, dengan dana Rp20 triliun.

Ketika itu Dian kemudian membeli tanah 200 hektare di kawasan Meruyung. Tanah ini langsung dibangun untuk masjid. Pembangunan masjid ini tidak sembarang, karena banyak melibatkan ahli-ahli dari dalam negeri, Turki, hingga Australia.

Dan yang menarik, atap dari kubah masjid ini memang dari emas murni sesuai dengan kehendak dan nazar Dian. Emas yang melapisi kubah merupakan emas 22 karat.

Ada lima kubah yang dilapisi emas. Semuanya setebal 2 milimeter hingga 3 milimeter emas. “Beliau memang berkeinginan masjid ini harus jadi selama tujuh tahun.

Saat pembangunan, Ustaz Haryono kemudian dikirimi berbagai perabotan untuk perlengkapan masjid. Mulai dari karpet, lampu-lampu besar yang semuanya dibeli langsung dari Turki.

“Semua teknis-teknisnya kita sedang membangun, Insya Allah tahun 2006 nanti sudah bisa diresmikan, lalu saya minta Ustaz berzikir. Nanti akan saya siapkan jemaahnya 50 ribu jemaah,” ucap Dian kepada Ustaz Haryono.

Kata Ustaz, awalnya dia sempat tak percaya dengan keuangan Dian. “Dan ternyata memang Rp20 triliun (biaya pembangunan masjid). Saya sendiri tidak menyangka, ketika beliau bernazar itu saya tidak memahami apakah ini benar atau tidak. Karena dengan penampilan Ibu Dian yang sangat sederhana, saya tidak yakin beliau ini memiliki uang sebesar itu untuk anggaran masjid.”

“Dan jujur kami kaget, karena dia benar-benar menunaikan nazarnya dengan tepat.”

Laporan: Wren Jonah

  • Bagikan