Imam Besar Istiqlal: Puasa itu Menyehatkan. Jangan Tak Puasa Demi Daya Tahan Tubuh

  • Bagikan

Jakarta – Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Nasaruddin Umar meminta umat Islam agar tak menjadikan upaya menjaga daya tahan tubuh selama pandemi virus corona sebagai alasan untuk tak berpuasa. Ia mengatakan, para Muslim masih bisa memanfaatkan waktu sahur dan berbuka selama Ramadan ini untuk memperkuat sistem imunitas tubuh.

Karena itu ia mengimbau umat Islam yang sehat untuk tetap menjalankan ibadah puasa.

“Jangan sampai tidak berpuasa demi untuk mempertahankan daya tahan tubuh,” kata Nasaruddin Umar dalam konferensi pers di Gedung BNPB seperti dikutip Antara, Kamis (24/4).

Salah satu yang bisa dilakukan agar imunitas terjaga kata dia, adalah makan sahur dan berbuka tepat pada waktunya.

“Kita perlu memperkuat daya tahan fisik kita di Ramadan ini. Jangan menunda [makan] satu jam, dua jam. Makan tepat waktu karena kalau tidak, nanti dikhawatirkan ada gangguan pada kesehatan,” ucap Nasaruddin.

Meski berpuasa bisa membuat tubuh menjadi lemas akan tetapi ia mengajak umat Islam untuk tetap menjalankan ibadah tahunan ini. Sebab menurut Nasaruddin, puasa juga bisa menyehatkan tubuh.

Sementara dalam kesempatan lain, senada diungkapkan dokter gizi Inge Permadhi mengenai manfaat puasa bagi kesehatan. Secara umum, orang dapat dikatakan sehat ketika memiliki saluran pencernaan yang bersih.

Berpuasa, menurut dia, salah satu cara untuk mewujudkan kondisi tubuh tersebut. Proses berpuasa memungkinkan saluran pencernaan diberi kesempatan untuk beristirahat dan membersihkan diri–selama tak mengolah makanan.

“Karena kondisi seperti ini, ingin sehat dan jangan sampai tertular, modalnya daya tahan tubuh yang oke. Daya tahan tubuh bagus diperoleh dari makanan yang kita cerna,” tutur Inge melalui sambungan telepon beberapa waktu lalu. (cnn)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.