Imam Besar Masjid New York Ungkap Tiga Musuh Besar Islam

  • Bagikan
Tiga Musuh Besar Islam

Sejak pertama kali muncul di Wuhan, China pada akhir tahun lalu, virus corona (COVID-19) telah menyebar menjadi pandemi global yang menginfeksi lebih dari 3 juta orang di seluruh dunia yang menyebabkan sekira 225.000 kematian. Pandemi ini juga berdampak pada aspek sosial ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Kendati demikian, ada hikmah yang dapat dipetik dari musibah tersebut. Khususnya bagi umat Islam di seluruh dunia. “Satu hal yang bisa kita pelajari dari peristiwa pandemi COVID – 19 dan lebih khusus lagi saat puasa di bulan Ramadhan adalah bahwa umat Islam, dalam segala ragam dan dinamika ketika menghadapi musuh bersama, mereka mampu menjalin kerjasama dan kesepakatan,” ujar Imam Besar Masjid New York Amerika Serikat, Shamsi Ali seperti dikutip Sindonews, Jumat (1/5/2020)

Dia mencontohkan, wabah COVID-19 memaksa negara di dunia membatasi semua kegiatan peribadahan, dengan tujuan memutus mata rantai penyebaran virus tersebut.

“Contoh terkecil yang kita lihat adalah saat COVID-19 menyerang negara di dunia, maka semua umat Islam beserta ulama-ulama besarnya dengan segala latarbelakang sepakat bahwa seluruh masjid-masjid ditiadakan dari ragam kegiatan yang bersifat jamaah,” ungkapnya.

Hal ini kata dia menunjukkan, ketika umat Islam menghadapi musuh bersama, maka umat Islam bisa menyatukan pendapat dan bersepakat.

“Saya mengambil makna ini kepada suasana dan situasi yang lebih besar lagi, kalau saja umat ini menyadari bahwa musuh bersama kita itu sesungguhnya bukan COVID-19, tapi yang terpenting adalah kebodohan, kemiskinan bahkan perpecahan umat ini adalah musuh kita bersama,” urainya.

“Dan kalau COVID-19 mampu menjadikan musuh bersama yang menyatukan kita, dan kita sepakat untuk sesuatu yang lebih, mengapa kebodohan, kemiskinan dan perpecahan umat kita tidak jadikan musuh bersama dan kita harus perangi bersama-sama,” sambung Shamsi.

Namun yang paling terpenting kata dia, untuk memerangi musuh bersama tersebut, adalah kembali ke asas umat Islam kita. Dia pun mengutip firman Allah yang bermakna pentingnya usaha membangun persaudaraan sesama umat muslim.

(Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat” (QS. Al Hujurat: 10)

“Kalau ini kita sadari Insya Allah, umat ini bisa membangun kebersamaan dan kesepakatan sehingga musuh tersebut kita perangi bersama demi membangun dunia yang lebih baik, untuk kita dan untuk seluruh umat manusia sebagai perwujudan dari rahmatan lil alamin,” tutupnya. (fmi)

  • Bagikan