Ini Hal yang Sering Kita Alami, Membatalkan Puasa atau Tidak?

  • Bagikan
Puasa Terlama dan Tersingkat di Dunia

Sebagaimana ibadah pada umumnya ada ketentuan hukum yang berlaku, seperti syarat sah, rukun dan pembatalnya.

Nah pada artikel ini penulis akan mengupas secara ringkas hal yang membatalkan puasa, tidak membatalkan puasa, atau dengan syarat, menurut madzhab Syafi’iy.

Hal tersebut kerap kita hadapi dan ada di sekitar kita. Ya karena seiring perkembangan zaman, mulai dari teknologi digital, kesehatan dll yang bersinggungan dengan kehidupan manusia saat ini yang tidak ada di masa lalu. Maka perlu penjelasan berdasarkan fiqh waqi’iyah sesuai kondisi saat ini.

Berikut ini ringkasan hal yang membatalkan puasa, tidak membatalkan puasa, atau dengan syarat dalam madzhab Syafi’i:

Hal yang membatalkan puasa

  1. Menggunakan inhaler
  2. Menghisap rokok
  3. Menghisap shisa
  4. Penggunaan obat pelancar BAB yang dimasukkan melalui anu$ (microlax)
  5. Penggunaan enema
  6. Setiap ‘ain’ yang masuk kedalam alat kel4min dan dvbur
  7. Penggunaan Gastroskopi
  8. Kateterisasi Urin

Hal yang tidak membatalkan Puasa

  1. Mencicipi makanan
  2. Mencium wewangian
  3. Donor darah
  4. Tes darah
  5. Berbekam
  6. Menggunakan obat salep
  7. Menggunakan transdermal patch

Membatalkan puasa tapi dengan syarat dan ketentuan

  1. Penggunaan obat tetes telinga: membatalkan puasa
  2. Penggunaan obat tetes mata: tidak membatalkan puasa
  3. Suntikan: ada perbedaan pendapat, yang lebih kuat adalah tidak membatalkan puasa.
  4. Anestesi: membatalkan puasa jika seluruh tubuhnya mati rasa dan tidak sadar seharian.
  5. Mengunyah permen karet: membatalkan puasa jika ada bagian dari permen karet yang tertelan. (1)
  6. Obat tablet yang ditaruh dibawah lidah (semisal Isosorbide Dinitrate): membatalkan puasa karena lama-kelamaan obat tersebut akan larut dan tertelan bersama ludah.
  7. Mengunyah daun Qot (kebiasaan orang Yaman): membatalkan puasa jika daunnya ada yang tertelan.
  8. Berenang: membatalkan puasa jika air masuk kedalam ‘jauf’nya
  9. Menyikat gigi menggunakan odol: membatalkan puasa jika ada yang tertelan bersama ludah
  10. Sisa-sisa makanan/lainnya yang menyangkut di gigi: membatalkan puasa jika dia menelannya dengan sengaja

Itulah penjelasan ringkas hal yang membatalkan puasa, tidak membatalkan puasa, atau dengan syarat menurut madzhab Syafi’i yang bersumber dari Syarhu Nazhmil Mufthirotil al Muashiroh karya Syaikh Dr. Labib Najib, sedangkan Nazhm-nya karya Syaikh Dr. Ali al Qudaimi

  • Bagikan