Menolak Sujud Kepada Adam, Malaikat Azazil Jadi Setan Terkutuk

  • Bagikan

Kisah berikut dinukil dari karya Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas yang diterjemahkan oleh Abdul Halim berjudul “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman”.

Al-Hafizh Isma’il as-Sadi mengatakan, “Aku pernah membaca banyak hal di dalam kitab Injil. Di antara yang pernah kubaca adalah bahwa bilangan jam sehari semalam adalah 24 jam. Dalam rentang waktu tersebut anak cucu Adam bernafas sebanyak 30.000 kali. Dalam setiap jam, terjadi 1250 kali pernafasan.” Pelajaran ini termasuk hal-hal yang langka.

Al-‘Azizi mengatakan bahwa ruh masuk ke dalam jasad Adam pada hari Jumat ketika hari telah berlalu 7 jam, yaitu menjelang bagian akhir. Kemudian Allah mengenakan kepadanya pakaian sutera hijau dari surga, mengenakan mahkota yang terbuat dari emas yang bertatahkan permata dan memiliki 4 unsur.

Dalam setiap unsurnya terdapat mutiara besar yang kilauan cahayanya bisa mengalahkan cahaya matahari. Cincinnya adalah cincin kemuliaan, sabuknya adalah sabuk keridhaan; kainnya adalah kain yang terbuat dari sutera hijau. Di keningnya tampak cahaya yang berkilau seperti sinar matahari, yaitu cahaya Muhammad saw.

Kemudian Allah menyuruh kepada para malaikat untuk mengangkat Adam di atas pundak-pundak mereka dan membawanya berkeliling di tujuh lapis langit. Para malaikat memikulnya dan membawanya berkeliling selama 100 tahun sampai dia melihat keajaiban-keajaiban yang terdapat di sana.

Kemudian Allah menyuruh untuk meletakkan mimbar dari emas untuknya dan Dia mengajarkan kepadanya semua nama. Itulah firman Allah: Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya… (QS Al-Baqarah : 31).

Kemudian Adam naik mimbar tersebut dan di tangannya ada tongkat yang terbuat dari cahaya. Hari itu adalah hari Jumat menjelang matahari terbenam. Dia berdiri dengan tegap dan semua malaikat telah dikumpulkan oleh Allah untuknya.

Adam as bersabda, “Assalaamu ‘alaikum yaa Malaa’ikata Rabbii warahmatullaahi wabarakaatuh” (Wahai para malaikat Tuhanku, semoga keselamatan, rahmat, dan berkah Allah senantiasa bersama kalian).

Para malaikat menjawab, “Wa‘alaikas salamu yaa Shafwatallaahi warahmatullaahi wabarakaatuh” (Dan semoga keselamatan, rahmat, dan berkah-Nya juga senantiasa bersamamu, wahai pilihan Allah).

Maka, Allah berfirman, “Hai Adam, itulah salam penghormatan untukmu dan keturunanmu hingga hari kiamat.”

Setelah khutbah (pidato) selesai, Adam berkata, “Alhamdulillaahi Rabbil ‘aalamiin”. Tindakan ini kemudian menjadi sunnah di dalam khutbah. Jadi, orang yang pertama kali berkhutbah di atas mimbar pada hari Jumat adalah Adam.

Kemudian Allah mengemukakan nama-nama benda seluruhnya kepada para malaikat. Dia berfirman, “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!” (QS Al-Baqarah:31).

Para malaikat menjawab, “Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami.” (QS Al-Baqarah:32).

Allah berfirman, “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini!” Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman, “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?” (QS Al-Baqarah:33).

Wahab bin Munabbih mengatakan bahwa orang yang pertama kali menyebarkan salam adalah Adam as. Dalam sebuah hadis diriwayatkan bahwa tidaklah suatu kaum menyebarkan salam kecuali kaum itu bakal selamat dari azab dan siksa.

Kemudian para malaikat berkata, “Wahai Tuhanku, apakah Engkau hendak menciptakan makhluk yang lebih baik daripada kami?”

Allah menjawab, “Aku sendiri yang menciptakannya dengan tangan-Ku dan Aku katakan padanya, ‘Jadilah!’, maka dia jadi.” Lalu Allah memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepada Adam. Malaikat yang pertama sujud adalah Jibril, lalu Mika’il, Israfil, ‘Izra’il, dan berikutnya malaikat muqarrabin.

Selanjutnya Allah menyuruh Iblis untuk bersujud kepada Adam. Ternyata si Iblis menolak dan enggan bersujud. Allah bertanya kepadanya, “Apa yang menghalangimu untuk bersujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kedua tangan-Ku…” (QS Shaad:75).

Si Iblis menjawab, “Aku lebih baik daripada dia karena Engkau telah menciptakanku dari api, sementara dia Engkau ciptakan dari tanah. Aku adalah yang telah beribadah kepada-Mu sekian lamanya sebelum Engkau menciptakan dia.”

Allah berfirman, “Aku telah mengetahui dalam ilmu-Ku yang terdahulu bahwasanya engkau bakal membangkang. Ibadahmu tidak akan ada manfaatnya untukmu. Keluarlah dari rahmat-Ku (surga) sebagai yang terhina lagi terusir. Benar-benar Aku akan mengisi neraka jahanam denganmu dan orang-orang yang mengikutimu.”

Pada saat itu, Iblis berkata, “Wahai Tuhanku, (kalau begitu) beri tangguhlah kepadaku sampai hari di mana manusia dibangkitkan.”

Allah berfirman, “(Kalau begitu) sesungguhnya engkau termasuk orang-orang yang diberi tangguh.” (QS Al-Hijr:36-37 dan QS Shaad:79-80). Ketika itu, bentuk Iblis berubah, dia menjadi setan yang terkutuk. Sebelumnya dia bernama ‘Azazil dan merupakan salah satu di antara malaikat yang terpandang.

Tidak ada satu tempat pun di langit maupun di bumi kecuali di tempat itu dia telah rukuk dan sujud. Akan tetapi, karena kedurhakaannya, ibadahnya tidak berguna baginya. Dia diberi nama Iblis, karena dia berputus asa dari rahmat Allah.

Abu Nuawas menyindirnya dengan sebuah syair:

Aku heran kepada Iblis karena ketakaburannya
dan jeleknya niat yang ada dalam hatinya
Dia sombong untuk sujud sekali saja kepada Adam
Akhirnya, dia jadi mucikari bagi keturunannya (Adam)

(mhy)

  • Bagikan