Rahasia Mo Farah, Pelari Muslim Jarak Jauh Tercepat Dunia, Ternyata adalah Doa

  • Bagikan
rahasia mo farah

Sir Mohamed Muktar Jama Farah atau lebih dikenal Mo Farah percaya doa bisa menyempurnakan kerja keras yang selama ini dia lakukan.

Hasilnya empat medali emas Olimpiade dan enam medali emas Kejuaraan Dunia di tangan.

Bila ada atlet yang tak silau dengan prestasi Usain Bolt di Olimpiade, Mo Farah merupakan salah satunya. Bila Bolt berjaya di nomor lari pendek, Mo Farah adalah raja di nomor lari jarak jauh.

Mo Farah berhasil merebut emas 5.000 meter dan 10 ribu meter pada Olimpiade dua edisi terakhir. Prestasi tersebut, ditambah enam medali emas Kejuaraan Dunia, plus sederet prestasi lain membuat ia dianugerahi gelar ‘Sir’ oleh Kerajaan Inggris.

Di balik sukses Mo Farah, berjam-jam kerja keras telah ia lakukan. Namun satu hal lain yang tak pernah lupa dilakukan adalah doa sebelum lari. Bagi Mo Farah berdoa meningkatkan keyakinan dan konsentrasi sebelum bertanding.

“Seseorang harus percaya pada Tuhan. Semuanya terjadi dengan alasan. Saya berpikir seperti yang saya lakukan, menjadi muslim dan menjalankan kepercayaan atas itu. Saya biasanya berdoa sebelum pertandingan. Saya membaca doa dan mengingat kerja keras yang telah saya lakukan kemudian siap berlomba”

“Dalam al-Quran disebutkan semua harus bekerja keras dalam hal apapun yang dilakukan, jadi saya bekerja keras dan hal itulah yang berpengaruh besar untuk jadi sukses. Kesuksesan tidak akan datang dalam semalam, kita harus berlatih dan percaya pada diri sendiri, itulah yang terpenting,” tutur Mo Farah seperti dikutip dari Independent.

Keberhasilan Mo Farah jadi juara Olimpiade dan mendapat gelar kehormatan ibarat dongeng. Mo Farah lahir di Mogadishu, Somalia.

Emas ganda di nomor lari jarak jauh pada Olimpiade 2012 di London sudah dianggap spektakuler untuk dicapai oleh Mo Farah, namun pria kelahiran 1973 itu berhasil menambah decak kagum dengan merebut kembali medali emas di dua nomor tersebut empat tahun berselang di Rio de Janeiro.

Semangat Mo Farah dan tekad pantang menyerah terlihat di perburuan medali emas 10 ribu meter. Mo Farah sempat terjatuh, namun akhirnya bisa bangkit dan menjadi pelari pertama yang melintasi garis finis.

“Saya berpikir bahwa saya tidak boleh membiarkan Rhianna [anak Mo Farah] kecewa. Saya selalu ingin melakukan ini untuknya.”

“Anak kembar saya sudah mendapat medali emas di Olimpiade London dan saya janji bahwa emas di Rio de Janeiro untuknya [Rhianna]. Itulah yang akhirnya jadi motivasi saya,” tutur Mo Farah dikutip dari Independent.

Kemenangan Mo Farah tersebut turut mengangkat kebanggaan warga kelahiran Somalia yang ada di Inggris.

Mo Farah dan Usain Bolt

“Mo Farah sangat penting bagi warga Somalia di Inggris raya. Dia menunjukkan apa yang bisa kami lakukan, bahwa kami juga menyatu dengan kehidupan di Inggris dan bisa memberikan hal yang luar biasa.”

“Keberhasilan Mo Farah memberikan pesan kuat pada para pemuda bahwa mereka tidak boleh hanya menjadi berita utama karena tindakan kriminal. Mo Farah memutarbalikkan imej yang sudah ada selama ini dan membantu kami melawannya,” ujar seorang keturunan Somalia, Abdi Kadir Ahmed, yang juga tinggal di Inggris.

Bukan hanya di Inggris, nama Mo Farah juga dianggap berpengaruh di seluruh dunia. Pada 2013, Mo Farah masuk daftar 500 tokoh muslim berpengaruh di dunia.

Meski sudah 37 tahun, Mo Farah belum mau berhenti berlari. Terakhir Mo Farah berencana tampil di Olimpiade 2020 Tokyo untuk mempertahankan gelar 10.000 meter. (cnn)

  • Bagikan