Setelah Jerman dan Iran, Giliran Malaysia Mulai Buka Masjid. Indonesia Kapan?

  • Bagikan

Setelah Jerman dan Iran membuka masjidnya, kini giliran Malaysia yang membuka rumah ibadah umat Islam tersebut. Hanya saja pelaksanaan ibadah harus mengikuti sejumlah ketentuan guna mencegah penularan virus corona (COVID-19).

Dikutip dari Malay Mail pada Jumat (15/5/2020), masjid yang boleh beroperasi di Malaysia hanya yang berada di zona hijau COVID-19. Salah satu syarat pelaksanaan ibadah di masjid Negara Jiran tersebut yakni jamaahnya tidak boleh lebih dari 30 orang.

Selain itu ketika ibadah berjamaah digekar, pengurus masjid harus menghadirkan polisi. Pihak kepolisian sendiri sudah siap bekerjasama dalam melancarkan ibadah di masjid maupun musala.

“Pengelola masjid dan musala harus memastikan adanya kehadiran polisi dan otoritas agama. Saya telah menghubungi Inspektur Jenderal Polisi mengenai masalah ini, dan dia telah setuju untuk bekerja sama sepenuhnya dalam hal ini,” ujar Menteri Agama Malaysia Zulkifli Mohamad.

Ia melanjutkan pembukaan masjid di zona hijau COVID-19 sudah sejalan dengan hasil pertemuan Dewan Keamanan Nasional.

“Keputusan ini sejalan dengan pertemuan Dewan Keamanan Nasional dan setelah pertemuan saya dengan Perdana Menteri (Muyiddin Yassin) pada hari Selasa,” kata Zulkifli.

Keputusan warga bisa salat berjamaah di masjid juga telah disetujui Sultan Malaysia Yang di-Pertuan Agong. Kebijakan pembukaan rumah ibadah umat Islam ini efektif berlaku hari ini.

Lebih lanjut Zulkifli mengimbat agar lansia tidak ikut sholat berjamaah di masjid. Kemudian ia menyerukan agar umat Muslim memanjatkan doa perlindungan.

“Bagi negara-negara yang telah diberikan izin untuk melakukan sholat berjamaah, kita berdoa agar semuanya berjalan lancar dan semoga Allah melindungi kita,” ucapnya.

Untuk diketahui jumlah kasus positif COVID-19 mencapai 6.819 orang. Dari total tersebut 112 di antaranya meninggal dunia.

Sebelumnya dikabarkan Jerman telah membuka seluruh masjidnya pada Sabtu 9 Mei 2020. Akan tetapi bagi yang ingin sholat di masjid akan dikondisikan dengan jumlah yang lebih sedikit dibanding jumlah pada kondisi normal.

Nantinya masjid dibuka hanya untuk Sholat Subuh, Dzuhur, dan Azhar. Namun untuk ibadah yang melibatkan banyak jamaah seperti sholat Jumat dan sholat Tarawih belum diperkenankan. Iran juga mengambil keputusan serupa, sebagaian masjid-masjid di negara ini mulai dibuka untuk umum. (abp)

  • Bagikan