Ulama Indonesia yang Pernah Jadi Imam Tarawih Masjidil Haram

  • Bagikan

Syekh Abdul Rahman bin Abdul Aziz Al Sudais untuk kedua kalinya dipilih oleh Raja Salman bin Abdul Azizi sebagai Imam Besar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dengan masa tugas empat tahun ke depan.

Ulama asal Timur Tengah yang akrab disapa Syekh Al Sudais ini adalah seorang hafidz quran terkemuka di dunia. Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhyidin Junaidi menilai salah satu yang membuatnya pantas dipilih jadi Imam Masjidil Haram yaitu karena suaranya merdu ketika membaca ayat-Ayat Alquran.

Syekh Al Sudais sendiri merupakan ulama asli Arab Saudi. Pertanyaannya, sebelum dirinya adakah ulama asal Indonesia yang jadi imam di Masjidil Haram?

Berikut ini adalah ulama-ulama Indonesia yang pernah menjabat sebagai imam besar di Masjidil Haram:

Syaikh Junaid Al Batawi

Dikutip dari laman Islami, Syaikh Junaid Al Batawi lahir di Pekojan, Jakarta Barat. Ia adalah ulama asal Betawi yang pernah menjadi imam besar di Masjidil Haram. Ia wafat pada usia yang ke 100 tahun di Makah pada 1840.

Syaikh Muhammad Nawawi Al-Jawi Al-Bantani

Selanjutnya adalah Syaikh Muhammad Nawawi Al-Jawi Al-Bantani yang lahir pada 1815 di Kampung Tanara, Serang, Banten. Di Makkah ia memperdalam ilmu agamanya kurang lebih selama 30 tahun.

Ia merupakan ulama tersohor hingga akhirnya banyak orang yang berdatangan kepadanya untuk berguru. Kemudian tercatat pernah jadi Imam Masjidil Haram. Syekh Nawawi sendiri wafat di Makkah pada 1897.

Syaikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi

Syekh Ahmad Khatib bin Abdul Latif al-Minangkabawi adalah ulama yang lahir di Koto Tuo, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada 26 Juni 1860. Sejak kecil ia dikenal memiliki kecerdasan yang luar biasa.

Saat itu ayahnya, Syeikh Abdul Latif mengajaknya pergi ke Makkah, tepatnya saat ia berusia 11 tahun 1871 untuk menjalankan ibadah Haji. Namun sesampainya di Makkah, kala itu Ahmad (panggilannya) ingin menetap di sana guna menuntaskan hafalan Alqurannya.

Selama di Makkah pun ia dikenal sebagai sosok yang alim dan hingga akhirnya ditunjuk sebagai imam dan khatib, sekaligus staff pengajar di Masjidil Haram. (OZ)

  • Bagikan