Ungkapan Hati: Abah, Aku Jatuh Cinta pada Salah Satu Santrimu

  • Bagikan

Abah, aku jatuh hati pada salah satu santrimu

Ingin rasanya aku mencecap jalan cinta Khadijah pada Baginda Nabi

Mendahului pernyataan cinta

Bukan malah bersembunyi di balik cinta

Tapi, siapakah aku ini?

Si pemimpi yang hanya mampu merindu cinta Muhammad

Tanpa mampu menjadi semulia Khadijah

Pada akhirnya aku hanya bisa memandangnya dari kejauhan

Mengaguminya dalam diam

Mendiskusikannya dengan rabbku di sepertiga malam

Menyelipkan namanya di sujud nan panjang

Memanjatkan untain do’a untuk kesuksesannya

Maaf, cukup di situ perjuanganku

Ratusan kalimat istighfar bergulir dari bibirku tiap harinya

Bukan karena musibah atau adanya sesal

Melainkan untuk sekadar mengusir bayangnya dari benakku

Wahai…

Betapa rasa khawatir selalu merengkuhku tiap kali kutamatkan sujudku

Aku ragu

Sudikah Allah menerima sujud kotorku?

Sebuah Memori tentang Guru yang Penuh Cinta
ajakan untuk mengapresiasi puisi dengan pengenalan medium yang digunakan penyair yaitu alat kebahasaan
Puisi Menurut Sapardi Djoko Damono: Bilang Begini, Maksudnya Begitu
Kata-kata bijak
Kata-kata Bijak Sederhana, namun Penuh Makna dan Berkesan
Wiji Thukul
Wiji Thukul, antara Arena Sastra dan Arena Politik
Sujud yang bukan murni berisikan ingatan tentang-Nya

Melainkan juga ingatan tentangnya

Maaf, Abah

Kadangkala aku merasa iri dengan kisah cintamu dengan ummi

Bukan hanya manis di dengar

Namun juga pas di logika

Engkau memilih ummi bukan hanya sekadar alasan cinta

Engkau memang mencintai ummi, namun tak lantas membuatmu gelap mata

Kau damaikan antara hati dan logika

Sebelum memutuskan berlabuh padanya

Dear, Abah

Izinkan aku mencintainya dengan caraku

Menyimpan rasa

Memperindah kualitas ananda

Cukuplah aku mendoakan kebaikan untuknya

Toh jika memang kami sepasang adam dan hawa yang terpisah,

Kelak pasti janji suci itulah yang akan menjawab cinta ini

Semoga…

 

Penulis: Nayla Auliya

  • Bagikan